SISTEM WIPER DAN WASHER
A. Rangkaian dan cara kerja wiper dan washer
Sistem wiper
adalah penghapus kaca yang berfungsi membersihkan kaca dari air hujan, salju, debu, lumpur, dan kotoran-kotoran lainnya,
sehingga penting untuk keselamatan pengendara (Toyota, 1995: 6-58).
Washer
merupakan penyempurnaan fungsi wiper blade dan mengurangi beban
pada motor dengan membersihkan debu dan kotoran-kotoran
lainnya dari kaca depan dan kaca
belakang. washer juga dilengkapi
dengan pompa untuk memompa cairan
pembersih yang terdapat pada tangki menuju nozzel yang
terletak pada depan kaca.
Menurut Gunadi ( 2008:447 ) wiper terdiri dari motor wiper,
wiper link, wiper arm, dan wiper blade. Kelengkapan lainnya pada wiper adalah adanya intermitent
( bekerja lambat dan tidak waktunya berselang ) dan interlock ( wiper menyala ketika
semprotan air dari washer
).
B. Fungsi tiap-tiap komponen
wiper dan washer
1) Komponen wiper
a. Saklar
Saklar ini merupakan unit saklar
kombinasi. Motor wiper dioperasikan dengan menggeser knob (tombol) dan penyemprot air dengan menekannya. Bagian saklar wiper mempunyai beberapa posisi yaitu:
1)
OFF
2) LO (low =
rendah), ini adalah posisi kecepatan
rendah.
3) HI (high = tinggi ), ini adalah
posisi kecepatan tinggi.
4) INT
(intermittent), ini memungkinkan
penggunaan wiper yang terputus-putus, kerjanya
diatur oleh relay pengontrol wiper yang
mengatur kerja relay magnet. Wiper akan bekerja satu kali
kemudian berhenti beberapa saat untuk bergerak kembali.

Gambar Saklar kombinasi
b. Motor Wiper
Pada umumnya motor ini merupakan magnet
permanen. Motor wiper terdiri dari motor
itu sendiri dan gigi-gigi yang menyerap kecepatan yang keluar dari motor. Jika switch dimatikan, mekanisme tersebut menjamin bahwa blade tidak akan berhenti sampai
mencapai ujung terendah
kaca.
Gambar 09. Motor wiper
Motor wiper befungsi untuk menghasilkan tenaga putar terdiri dari :
1. Yoke (Housing)
: Yoke terbuat
dari logam yang berbentuk silinder
dan berfungsi sebagai
tempat pole core yang
diikat dengan baut. Pole core berfungsi untuk menopang field coil dan memperkuat medan magnet
yang ditimbulkan.
2. Armature
: berfungsi untuk merubah energi listrik menjadi energi mekanik dalam bentuk gerak putar
3. Ferrite magnet
: magnet permanen
yang menempel pada field coil
4. Contact point : titik kontak antara cam plate dengan
motor
5. Worm gear : gear penghubung motor dengan cam plate
6. Cam plate : berfungsi sebagai pemutus aliran arus bila
cam ini bertemu dengan titik kontak poin
7. Brush
: berfungsi untuk meneruskan arus listrik dari field
coil ke armature coil langsung ke massa melalui
komutator
8. Low speed brush
: brush untuk kecepatan rendah
9. High speed
brush : brush untuk kecepatan
tinggi
10. Common brush : massa brush
Fungsi dari motor wiper adalah sebagai penggerak. Wiper blade (pembersih kaca). Motor wiper adalah motor listrik yang dikombinasikan dengan magnit alam (ferrite
magnet). Sebagai stator dan
armature sebagai rotornya.
Pada poros rotor ditumpu oleh 2 buah
bola yang dapat memperhalus suara memperlambat putaran,
ujung poros terdapat
gigi yang menggerakkan gigi penggerak wiper
blade.
Pada gigi tersebut terdapat
plat nok (camplate) yang berfungsi sebagai autostops atau pemberhentian terakhir.
c. Tuas wiper (wiper link)
Tuas wiper (wiper link) berfungsi
untuk mengubah gerak putar dari motor wiper
menjadi gerak bolak-balik pada poros wiper.
Mekanisme gerakan tuas tipe paralel
tandem, maka motor mulai memutarkan crank
arm bila motor dihidupkan. Batang
penghubung tarik-dorong dihubungkan dengan crank
arm, menyebabkan arm bekerja untuk membuat gerak
penghapusan setengah lingkaran mengelilingi poros. Linking rod lain
yang terpasang pada kerja arm selalu membuat gerak penghapusan secara paralel. Bila poros pivot kiri
dan kanan berputar pada arah yang sama, maka lengan wiper kiri dan kanan dapat bekerja secara paralel.

Gambar 10. Tuas wiper
a.
Rangkaian Lengan Wiper (wiper arm)
Wiper arm terdiri
dari head untuk mengikatnya pada wiper shaft, sebuah pegas untuk menahan
blade, arm piece untuk pemasangan blade dan
retainer
untuk menahan
keseluruhannya.
Gambar 11. Lengan
wiper (wiper arm)
b.
Wiper blade
Wiper blade
terdiri dari sebuah karet untuk menyapu permukaan kaca, suatu kombinasi
dari leaf spring packing
dan beberapa lever, dan clip untuk
memasang blade pada bagian wiper arm (lengan wiper).

Gambar 12. Wiper Blade
2)
Komponen Washer
Washer berfungsi untuk menyempurnakan fungsi wiper blade dan
mengurangi beban motor dengan membersihkan debu dan binatang-binatang
kecil dari kaca depan dan belakang
dengan cairan pembersih. Washer tipe
listrik terdiri dari tangki
washer, motor, selang dan nozzle.
Gambar 13. Komponen sistem washer
a. Tangki Washer
Bentuk tangki washer (washer tank)
bervariasi tergantung pada posisi penempatan dan tempat yang tersedia pada masing-masing kendaraan.

Gambar 14. Tangki
washer (washer tank)
b.
Motor Washer (pompa)
Motor washer berfungsi untuk menggerakkan pompa, mengeluarkan cairan pembersih dari tangki. Ada dua
jenis tipe motor washer yaitu tipe wound- rotor
dan ferrite magnet, tetapi yang
paling banyak digunakan adalah tipe ferrite magnet.

Gambar 15.
Motor washer (pompa)
Cara kerja pompa washer sangat sederhana, air dihisap dari tangki washer oleh
impeller yang digerakkan oleh motor.
Selanjutnya air tersebut diteruskan ke nozzle kemudian nozzle menyemprotkannya
ke kaca.
c.
Nozzle
Nozzle dibuat dari pipa tembaga, aluminium
atau resin dengan satu atau dua lubang.
Dewasa ini hanya digunakan nosel resin dengan lubang penyetelan.

Gambar 16.
Nozzle
Diameter lubang orifice 0,8-0,10 mm dan jumlahnya satu atau dua buah. Jenis yang normal mempunyai bentuk
pengeluaran dari masing-masing lubang tanpa
penyebaran.
d.
Cairan Washer (pembersih)
Cairan washer terdiri
dari cairan anti beku, zat anti karat (anti
corossive agent). Penggunaan cairan harus tidak merusak karet washer,
atau cat kendaraan.
3) Sekering
Sekering berfungsi sebagai
pengaman komponen kelistrikan. Masing- masing
komponen kelistrikan mempunyai sekering sendiri, tetapi ada juga yang disambung
paralel yaitu penggunaan satu sekering dipakai
untuk beberapa komponen. Sekering dibuat sedemikian rupa
sehingga mudah dalam memeriksa dan
memasang serta melepasnya. Sekering tersebut terbuat dari timah putih dan sudah diukur kekuatannya. Pada kedua
ujungnya ditutup dengan logam, ketika kedua ujung timah tersebut dialiri arus yang besar maka timah tersebut akan putus dan meleleh
karena kelebihan kapasitas. Jadi kekuatan timah tersebut diukur
sesuai dengan kekuatan
komponen listrik yang dibutuhkan. Dalam rangkaian pengkabelan sekering berfungsi sebagai
pengaman utama atau dapat menghindari terjadinya
konsleting.

Gambar 17. Sekering
4) Connector / Soket
Connector berfungsi
untuk menghubungkan 2 jaringan atau jaringan kabel
dengan komponen. Soket/conncector
mempunyai pengunci supaya
tidak lepas pada waktu kendaraan sedang berjalan. Connector
dibagi dalam 2 jenis yaitu connector lelaki dan connector perempuan.
Gambar 18. Connector
LATIHAN SOAL
1. GAMBAR RANGKAIAN KELISTRIKAN PADA POSISI WASHER,
SERTA JELASKAN CARA KERJANYA!
2. GAMBAR RANGKAIAN KELISTRIKAN PADA SAAT POSISI
LOW SPEED, SERTA JELASKAN CARA KERJANYA!
3. GAMBAR RANGKAIAN KELISTRIKAN PADA SAAT POSISI
HIGH SPEED, SERTA JELASKAN CARA KERJANYA!
4. GAMBAR RANGKAIAN KELISTRIKAN PADA SAAT POSISI
INTERMITTENT, SERTA JELASKAN CARA KERJANYA!
5. GAMBAR RANGKAIAN KELISTRIKAN PADA SAAT POSISI
AUTO STOP, SERTA JELASKAN CARA KERJANYA!