Wednesday, July 29, 2026

KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3)

 

Pengetahuan Selama Bekerja 

 1. Selalu utamakan kelamatan kerja untuk mencegah kecelakaan kerja. 

 2. Berhati-hatilah demi mencegah kecelakaan menimpa Anda. 

Jika Anda terluka saat bekerja, hal ini tidak hanya akan berpengaruh pada Anda, tapi juga akan berpengaruh pada keluarga Anda, rekan kerja, dan perusahaan 

 Faktor penyebab kecelakaan 

 A. Kecelakaan akibat faktor manusia Kecelakaan disebabkan oleh penggunaan yang tidak benar dari mesin atau tool, mengenakan pakaian tidak cocok, atau oleh kecerobohan teknisi. 

 B. Kecelakaan karena faktor fisik Kecelakaan disebabkan oleh malfungsi dari mesin atau tool, kurangnya integritas peralatan keselamatan, atau lingkungan kerja yang tidak memadai. 


Vidio Ilustrasi Bengkel : https://youtu.be/04ho5JzFRWw

Petunjuk: 

Peraturan keselamatan bisa berbeda antara satu negara dan negara lainnya dan mungkin lebih ketat dari pedoman dasar sebelumnya. 

Pakaian Kerja 

Untuk mencegah kecelakaan, pilih pakaian kerja yang kuat dan memudahkan pekerjaan. Hindari bekerja dengan sabuk, gesper, dan kancing-kancing yang terlihat, karena dapat merusak kendaraan saat bekerja. Untuk menghindari cidera atau terbakar, hindari memperlihatkan kulit tanpa pelindung. 

Sepatu safety 

Pastikan untuk mengenakan sepatu safety (safety shoes) saat bekerja. Karena sangat berbahaya bila mengenakan sandal atau sepatu olahraga yang mudah tergelincir atau mengurangi efisiensi kerja. Sepatu-sepatu tersebut juga membuat pemakai rentan terhadap cidera bila ada benda-benda yang jatuh secara tidak sengaja. 

Sarung Tangan Kerja 

Saat mengangkat item yang berat atau melepas pipa gas buang atau benda serupa, dianjurkan untuk memakai sarung tangan. Namun, sarung tangan tidak harus dikenakan untuk pekerjaan perawatan biasa. Penggunaan sarung tangan ditentukan sesuai dengan tipe pekerjaan yang akan Anda lakukan.


Di Bengkel Jagalah selalu kebersihan tempat kerja Anda untuk melindungi Anda dan orang lain dari cidera. Jangan meninggalkan peralatan atau part di lantai yang membuat Anda atau orang lain dapat tersandung. Biasakanlah untuk meletakkannya pada meja kerja atau stand kerja. Segera bersihkan tumpahan bahan bakar, oli, atau gemuk untuk mencegah agar Anda atau orang lain tidak tergelincir di lantai. Jangan bekerja dengan posisi yang tidak nyaman. Hal ini tidak hanya mempengaruhi efisiensi kerja Anda, juga Anda dapat terjatuh dan terluka. Berhati-hatilah saat menangani benda yang berat karena Anda dapat terluka bila benda tersebut jatuh dan mengenai kaki Anda. Harap diingat juga bahwa punggung Anda dapat terluka bila Anda mencoba mengangkat benda yang terlalu berat bagi Anda. Untuk bergerak dari satu area kerja ke area kerja lain, pastikan untuk berjalan di tempat yang telah ditentukan. Jangan menggunakan benda-benda yang mudah terbakar di dekat switch, papan switch atau motor listrik, dll. Karena benda-benda itu mudah mengeluarkan loncatan bunga api.



Di Bengkel Saat bekerja dengan peralatan, perhatikan hal-hal berikut untuk mencegah cidera: 1. Perlengkapan kelistrikan, hidrolik, dan pneumatic dapat menyebabkan cidera serius bila tidak digunakan dengan benar. 
2. Kenakan kaca mata pelindung sebelum menggunakan peralatan yang menghamburkan serpihan-serpihan. Buang serpihan-serpihan dari peralatan seperti gerinda dan alat pengebor setelah digunakan. 
3. Jangan mengenakan sarung tangan saat mengoperasikan sebuah alat yang berputar atau saat bekerja di area yang memiliki pergerakan rotasi. Sarung tangan dapat terjepit di antara benda yang berputar dan melukai tangan Anda. 
4. Untuk menaikkan kendaraan pada pengangkat, sebelumnya naikkanlah perlahan sampai ban-ban berada sedikit di atas tanah. Kemudian, pastikan bahwa kendaraan telah ditopang dengan aman pada pengangkat sebelum menaikkannya secara keseluruhan. Jangan pernah mencoba menggoyang kendaraan bila telah dinaikkan, karena hal ini dapat menyebabkan kendaraan jatuh dan cidera serius.


Pencegahan Kebakaran Pencegahan-pencegahan berikut ini harus dipatuhi guna mencegah terjadinya kebakaran: 
• Bila sirine berbunyi, seluruh karyawan harus bekerja sama untuk mematikan api. Oleh karena itu, mereka harus mengetahui letak tabung pemadam kebakaran dan cara menggunakannya. 
• Jangan merokok kecuali di tempat yang telah ditentukan, dan pastikan untuk mematikan puntung rokok di asbak. 




Pencegahan Kebakaran Untuk mencegah kebakaran dan kecelakaan, perhatikan hal-hal berikut saat menangani item-item yang mudah terbakar: 
• Kain yang direndam dengan bensin atau oli kadang-kadang dapat menyala bila terjadi pembakaran spontan, oleh karena itu buanglah benda-benda tersebut ke wadah logam yang dilengkapi dengan penutup. 
• Jangan menggunakan api di area dimana oli disimpan atau larutan pembersih part yang mudah terbakar. 
• Jangan pernah menggunakan api atau menciptakan bunga api di area dekat baterai yang sedang diisi, karena gas yang dikeluarkan dapat dengan mudah 
• Jangan membawa bahan bakar atau larutan pembersih ke dalam bengkel kecuali bila perlu, dan gunakan wadah khusus yang dapat ditutup. 
• Jangan membuang oli bekas yang mudah terbakar dan bensin ke dalam saluran air karena dapat menimbulkan kebakaran di dalam sistem saluran air. Selalu buang material-material ini ke dalam tangki penguras atau wadah yang tepat. 
• Jangan menghidupkan mesin kendaraan dengan bahan bakar yang bocor sampai kebocoran telah diperbaiki. Saat melakukan perbaikan pada sistem bahan bakar, hal seperti melepas karburator, memutus kabel negatif (-) dari baterai harus dilakukan untuk mencegah agar mesin tidak hidup tanpa disengaja. 


Tindakan Pencegahan Keamanan Perlengkapan Kelistrikan Penanganan perlengkapan kelistrikan yang tidak benar dapat menyebabkan hubungan singkat dan kebakaran. Oleh karena itu, pelajarilah bagaimana menggunakannya dengan benar dan perhatikan hal-hal berikut: Bila terdeteksi adanya hal yang tidak biasa pada perlengkapan kelistrikan, segera putar switch ke posisi OFF dan hubungi pengontrol/foreman. Bila ada konslet atau kebakaran pada sirkuit kelistrikan, putar switch ke posisi OFF terlebih dahulu sebelum memadamkan api. Laporkan apabila ada jalur kabel yang tidak benar atau perlengkapan kelistrikan yang tidak terpasang dengan benar kepada pengontrol/foreman. Laporkan bila ada fuse yang putus kepada supervisor Anda karena fuse yang putus menunjukkan adanya masalah kelistrikan. 


Perhatian Keamanan Perlengkapan Kelistrikan Jangan pernah melakukan hal-hal di bawah ini, karena sangat berbahaya: 
• Jangan berada di dekat kabel listrik yang rusak atau terlilit. 
• Untuk mencegah terjadinya konslet, jangan pernah menyentuh perlengkapan kelistrikan dengan tangan basah. 
• Jangan pernah menyentuh switch-switch berlabelkan “Rusak” ("Out of Order"). 
• Saat melepas plug, jangan menarik kabelnya, tariklah plug itu sendiri. 
• Jangan melewatkan kabel melalui tempat yang basah atau terendam oli, permukaan-permukaan yang dipanaskan, atau melewati sudut-sudut yang tajam. 
 • Jangan menggunakan benda-benda yang mudah terbakar di dekat switch-switch, papan switch atau motor listrik, dll., yang mudah mengeluarkan bunga api.  


Aktivitas yang Membahayakan Dalam aktivitas membahayakan, para teknisi saling bertukar informasi mengenai aktivitas yang membahayakan yang pernah mereka alami selama melakukan aktivitas sehari-hari. Mereka menjelaskan satu sama lain bagaimana terjadinya sesuatu yang mendekati bahaya untuk mencegah yang lainnya menemui kesulitan dan terhindar dari kecelakaan. Mereka kemudian akan menganalisa faktor-faktor yang berperan dalam situasi berbahaya ini dan mengambil tindakan tepat untuk menciptakan tempat kerja yang lebih aman. Bila Anda menghadapi situasi-situasi seperti tertera di sebelah kiri, lakukanlah hal berikut: Jika Anda kebetulan menemui situasi di atas, tindakan berikut ini harus diambil: 
1. Pertama, laporkan masalah itu kepada pengawas/mandor. 
2. Catatlah apa yang terjadi. 
3. Ajaklah setiap orang secara serius memikirkan masalah itu. 
4. Ajaklah setiap orang memikirkan tindakan antisipasi yang harus diambil. 
5. Catat seluruhnya dan tempatkan daftarnya dalam area dimana setiap orang dapat melihatnya.

Wednesday, July 15, 2026

SOAL JANGKA SORONG

 

Soal Perhitungan Jangka Sorong Ketelitian 0,05 mm

1. Sebuah jangka sorong dengan ketelitian 0,05 mm digunakan untuk mengukur diameter sebuah poros. Skala utama menunjukkan angka 32 mm, dan garis ke-5 pada skala nonius tepat segaris dengan skala utama. Berapakah hasil pengukurannya?

2. Pada pengukuran tebal sebuah pelat baja dengan jangka sorong 0,05 mm, garis nol skala nonius berada di antara angka 15 mm dan 16 mm pada skala utama. Garis nonius yang sejajar dengan skala utama adalah garis ke-13. Hitunglah ketebalan pelat tersebut!

3. Tentukan hasil pembacaan jangka sorong (ketelitian 0,05 mm) jika skala utama menunjukkan 7 mm lebih, dan garis nonius angka 8 sejajar lurus dengan skala utama!

4. Seorang siswa mengukur kedalaman sebuah silinder. Diperoleh angka skala utama 48 mm dan garis skala nonius yang lurus berada pada strip ke-7 setelah angka 0. Jika ketelitian alat 0,05 mm, berapakah kedalaman silinder tersebut?

5. Hitunglah hasil pengukuran jangka sorong 0,05 mm jika angka nol nonius berada di sebelah kanan angka 10,2 cm pada skala utama, dan garis nonius ke-3 lurus dengan skala utama!

6. Hasil pengukuran diameter dalam sebuah pipa adalah 20,45 mm menggunakan jangka sorong ketelitian 0,05 mm. Jika skala utamanya menunjukkan 20 mm, garis ke berapakah pada skala nonius yang sejajar dengan skala utama?

7. Jika tebal sebuah benda adalah 8,95 mm setelah diukur dengan jangka sorong ketelitian 0,05 mm, tentukan nilai skala utama dan garis nonius ke berapa yang berhimpit!

8. Sebuah jangka sorong 0,05 mm menunjukkan SU = 54 mm dan garis nonius angka 25 (garis ke-5) berhimpit lurus. Hitunglah nilai pengukurannya!

9. Berapakah hasil pembacaan alat jika angka nol nonius berada tepat di antara 3,8 cm dan 3,9 cm skala utama, dengan garis nonius ke-10 yang berhimpit (ketelitian 0,05 mm)?

10. Pengukuran diameter bola besi menghasilkan data: Skala utama menunjukkan 11 mm, garis nonius yang berhimpit adalah garis ke-17. Jika ketelitian jangka sorong 0,05 mm, berapakah diameter bola tersebut?

Tuesday, August 19, 2025

APK (ALAT PELINDUNG KENDARAAN)

    Salah satu yang dilakukan adalah dengan melindungi beberapa bagian kendaraan saat proses penservisan kendaraan. Hal ini dilakukan agar bagian - bagian mobil yang bersentuhan dengan mekanik dapat terhindar dari kerusakan atau hanya sekedar mencegah kotoran yang menempel.

    Ini adalah sudah menjadi Standart Operasional Prosedur pada bengkel - bengkel perbaikan kendaraan dalam mengedepankan kepuasan pelanggan. Pelindung - pelindung ini bersifat sementara yang bisa dilepas dan dipasang dengan mudah.

    Bagi anda yang berkeinginan menjadi mekanik disebuah perusahaan ( misal Toyota ), maka mengetahui komponen - komponen pelindung kendaraan yang digunakan saat service adalah hal wajib.

    Adapun pelindung - pelindung kendaraan yang digunakan pada saat service adalah sebagai berikut :

1. Fender Cover



    Fender cover befungsi untuk melindungi bagian sisi bonet kendaraan. Fender cover terpasang pada bagian kanan, kiri dan depan. Cara memasangnya pun mudah yaitu dengan mengikat kedua bagian tali pada komponen yang terdapat di ruang mesin. Mengapa fender cover harus dipasang ? karena pada bagian bonet inilah mekanik sering bersentuhan untuk memperbaiki mesin. Gesekan yang berlebih antara baju mekanik dengan cat kendaraan dikwatirkan akan menimbulkan kerusakan pada cat tersebut. Bukan hanya itu, gesekan alat - alat atau benda tajam juga memungkinkan untuk merusak cat. Oleh karena itu, memasang fender cover adalah hal wajib yang harus dilakukan oleh mekanik.


2. Seat Cover



    Seat cover berfungsi untuk melindungi kursi. Biasanya kursi yang dilindungi (dipasang) seat cover hanya kursi bagian pengemudi saja. Tujuannya agar saat mekanik menyetel atau mengetes kendaraan tidak mengotori kursi pengemudi yang diakibatkan karena baju mekanik yang kotor atau sesuatu yang dapat merusak kursi. Cara pemasangannya pun mudah, hanya tinggal memasukkan saja ke bagian kursi.

3. Steering Wheel Cover


    Steering wheel cover berfungsi melindungi roda kemudi. Tujuannya sama seperti seat cover, saat mekanik mengetes kendaraan atau memutar roda kemudi, steering wheel cover mencegah kotoran dari tangan mekanik agar tidak menempel pada roda kemudi. Karena ada sebagian roda kemudi yang terbuat dari bahan yang menyerap yang itu sangat susah dibersihkan jika terkena kotoran. Oleh karena itu memasang steering wheel cover adalah wajib bagi para mekanik.


4. Floor Mat


    Flor Mat adalah seperti keset. Namun fungsinya bukan untuk membersihkan sepatatu atau kaki yang kotor, melainkan hanya sebagai pelindung bagian lantai mobil. Floor mat biasanya hanya dipasang pada bagian lantai pengemudi saja. Bentuknya mirip seperti keset, namun terbuat dari bahan yang berbeda. Cara pemasangannya hanya tinggal diletakkan saja pada bagian lantai mobil.


5. STICK COVER / PERSNELING COVER







Tuesday, July 29, 2025

5R

 






















Soal:
1. Apa yang dimaksud dengan prinsip Ringkas dalam konsep 5R?
2. Mengapa prinsip Ringkas penting diterapkan di tempat kerja, berikan contohnya?
3. Apa yang dimaksud dengan prinsip Rapi dalam konsep 5R?
4. Bagaimana cara menjaga kerapian di lingkungan bengkel sekolah?
5. Berikan contoh konkret penerapan prinsip Resik di rumah!
6. Apa hubungan prinsip Resik dengan prinsip Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)?
7. Apa akibatnya jika prinsip Rawat tidak diterapkan?
8. Sebutkan langkah-langkah dalam menerapkan prinsip Rawat pada peralatan kerja!
9. Bagaimana membentuk budaya rajin dalam organisasi atau sekolah?
10. Berikan contoh sikap rajin dalam kehidupan sehari-hari!

KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3)

  KESALAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) Pengetahuan Selama Bekerja   1. Selalu utamakan kelamatan kerja untuk mencegah kecelakaan kerja.   2....