Monday, August 31, 2026

JENIS-JENIS DONGKRAK

 Jenis Dongkrak Mobil 

Jika dilihat dari sistem gaya, maka ada dua jenis dongkrak mobil, yaitu mekanik dan hidrolik. Dongkrak mekanik menggunakan gaya yang diteruskan dan diperbesar lewat roda gigi ke batang gigi. Sementara itu, cara kerja dongkrak hidrolik menggunakan gaya yang diteruskan dengan perantara zat cair.

Selain dari sistem gaya, jenis dongkrak juga dapat dilhat dari segi penggunaannya. Simak di bawah ini ulasannya:

1. Dongkrak Gunting 


Dongkrak gunting adalah jenis dongkrak mobil yang dirancang dengan mekanisme lipat yang mirip dengan gunting. Umumnya, dongkrak ini dilengkapi dengan dua batang yang terhubung di bagian tengahnya dan bisa diperluas atau dilipat untuk mengangkat kendaraan.

Meskipun dapat diandalkan untuk penggunaan umum, dongkrak gunting biasanya memiliki kapasitas angkat yang terbatas dibandingkan dengan dongkrak hidrolik atau botol.

Hal ini membuatnya lebih cocok untuk digunakan pada kendaraan dengan berat yang tidak terlalu besar, seperti mobil penumpang atau kendaraan kecil lainnya.

2. Dongkrak Buaya 


Dongkrak buaya bekerja dengan prinsip penggunaan sistem hidrolik, di mana pengguna menggunakan tuas untuk menggerakkan mekanisme dan mengangkat kendaraan. Mekanisme kerja dari dongkrak buaya memanfaatkan sistem gigi dan tuas untuk meningkatkan tekanan dan mengangkat kendaraan.

Dongkrak buaya biasanya memiliki kapasitas angkat yang berkisar antara 1 ton hingga 2 ton.

Biasanya dongkrak buaya digunakan untuk mengangkat bagian-bagian kendaraan seperti roda atau sasis saat melakukan perawatan, pergantian ban, atau perbaikan di bengkel.

3. Dongkrak Botol Buaya 


Jenis dongkrak botol buaya pada dasarnya merupakan hasil gabungan antara dua jenis dongkrak, yaitu dongkrak botol dan dongkrak buaya. Fungsinya tetap sama, yakni untuk mengangkat bagian mobil saat perbaikan atau servis diperlukan.

Konsep penggabungan ini muncul karena ada pertimbangan tertentu terkait kelebihan dan kelemahan masing-masing jenis dongkrak. 

Dongkrak botol memiliki kelebihan dalam daya angkat yang kuat, namun kurang fleksibel dalam hal perpindahan tempat atau geseran. Sementara itu, dongkrak buaya lebih mudah digeser atau dipindahkan, tetapi daya angkatnya tidak sekuat dongkrak botol. 

Melalui penggabungan keduanya, dongkrak botol buaya menggabungkan kekuatan daya angkat dari dongkrak botol dengan kemudahan perpindahan dari dongkrak buaya, sehingga memberikan solusi yang lebih optimal dalam pengangkatan bagian-bagian mobil.

4. Dongkrak Kereta

Dongkrak kereta merupakan jenis dongkrak yang mengandalkan prinsip mekanik dan memiliki struktur yang menyerupai rel kereta.

Karena desainnya yang unik ini, dongkrak kereta sering menjadi pilihan utama di bengkel-bengkel, terutama untuk mengangkat mobil offroad atau kendaraan khusus yang sering beroperasi di kondisi jalan yang ekstrem. 

Selain itu, kegunaan dongkrak ini juga mencakup kemampuan yang efektif dalam mengangkat truk, membuatnya menjadi alat yang sangat berguna dalam berbagai situasi perbaikan dan pemeliharaan kendaraan.

5. Dongkrak Penyangga 

Dongkrak penyangga merupakan perangkat umum yang sering dijumpai di bengkel resmi kendaraan. Perangkat ini memiliki bentuk kotak dengan fitur pengungkit yang terletak di salah satu sisi.

Meskipun mudah untuk dibawa, dongkrak ini tetap diakui memiliki keandalan dalam kemampuan angkatnya. Fleksibilitasnya membuatnya cocok digunakan untuk berbagai jenis kendaraan, baik yang berukuran kecil maupun besar.

6. Dongkrak Hidrolik

Dongkrak hidrolik menggunakan prinsip kerja sistem hidrolik yang memanfaatkan cairan untuk menciptakan tekanan tinggi. Cairan ini biasanya berupa minyak hidrolik yang dipompa ke dalam silinder, sehingga menciptakan tekanan yang mendorong piston dan mengangkat kendaraan. Dongkrak hidrolik sangat efektif untuk mengangkat beban karena sistem tekanan hidroliknya.

Kelebihan dongkrak hidrolik antara lain adalah kemudahan penggunaan karena hanya memerlukan sedikit tenaga untuk memompa, serta stabilitas yang lebih baik saat mengangkat kendaraan.

7. Dongkrak Mekanik

Dongkrak mekanik menggunakan prinsip kerja mekanik, biasanya dengan menggunakan roda gigi atau sekrup untuk menciptakan daya angkat. Saat roda gigi atau sekrup diputar, kekuatan mekanis yang dihasilkan akan digunakan untuk mengangkat kendaraan.

Kelebihan utama dari dongkrak mekanik adalah kekuatan angkat yang besar, memungkinkan untuk mengangkat kendaraan yang berat dengan mudah. Selain itu, dongkrak mekanik dikenal karena kehandalannya dan daya tahannya dalam penggunaan jangka panjang. 

Langkah Menggunakan Dongkrak Mobil

Di bawah ini adalah langkah-langkah umum penggunaan dongkrak mobil yang harus Anda perhatikan, antara lain:

1. Persiapkan Lokasi yang Tepat

Pastikan mobil diparkir di permukaan yang datar dan stabil untuk mencegah mobil bergerak atau tergelincir saat diangkat. Pilih area yang luas dan aman, jauh dari lalu lintas dan tidak menghalangi kendaraan lain.

Jika berada di jalan, cari area dengan permukaan keras dan rata seperti aspal, bukan tanah atau pasir yang bisa menyebabkan dongkrak tenggelam.

2. Matikan Mesin Mobil

Sebelum menggunakan dongkrak, pastikan mesin mobil dalam keadaan mati dan kunci kontak sudah dikeluarkan. Ini penting untuk mencegah mobil bergerak secara tidak sengaja yang bisa menyebabkan kecelakaan. Pastikan juga rem tangan ditarik dengan kuat untuk memastikan mobil tidak bergerak.

3. Gunakan Tanda Peringatan

Pasang tanda peringatan seperti segitiga pengaman sekitar 10-15 meter di belakang mobil. Ini bertujuan untuk memberi tahu pengemudi lain bahwa ada mobil yang sedang diperbaiki di depan mereka, sehingga mereka bisa mengurangi kecepatan dan berhati-hati saat melintas.

4. Cari Titik Tumpu yang Tepat

Setiap mobil memiliki titik tumpu khusus yang ditentukan oleh pabrikan untuk meletakkan dongkrak. Titik ini biasanya ditandai dengan marka atau lubang di bawah rangka mobil.

Menggunakan titik tumpu yang tepat sangat penting untuk mencegah kerusakan pada mobil dan memastikan dongkrak bekerja dengan optimal.

5. Tempatkan Dongkrak dengan Benar

Letakkan dongkrak pada titik tumpu yang telah ditentukan dengan hati-hati. Pastikan dongkrak diletakkan dengan stabil dan tegak lurus dengan permukaan tanah untuk menghindari dongkrak tergelincir saat digunakan. Pastikan juga bahwa bagian atas dongkrak sejajar dengan titik tumpu mobil.

6. Pompa Dongkrak

Gunakan tuas atau pompa dongkrak untuk mulai mengangkat mobil. Pastikan dongkrak terpasang dengan kokoh pada titik tumpu mobil sebelum mulai memompa.

Pompa dengan hati-hati dan perlahan agar mobil terangkat dengan stabil dan aman. Periksa secara berkala untuk memastikan tidak ada pergeseran atau ketidakstabilan.

7. Periksa Stabilitas

Setelah mobil terangkat, lakukan pengecekan kembali terhadap kestabilan dongkrak. Pastikan dongkrak berada dalam posisi yang tepat dan stabil.

Jika perlu, tambahkan penyangga tambahan (jack stand) di bawah mobil untuk memastikan keamanan selama proses perbaikan atau penggantian.

8. Lakukan Perbaikan atau Penggantian

Jika dongkrak digunakan untuk perbaikan atau penggantian ban, pastikan untuk melepaskan ban yang akan diganti dengan benar.

Setelah itu, pasang ban baru dengan benar dan pastikan semua baut dan pengunci ban sudah dikencangkan dengan kuat. Selalu ikuti prosedur yang direkomendasikan oleh pabrikan mobil.

9. Turunkan Mobil dengan Hati-Hati

Setelah selesai melakukan perbaikan atau penggantian, turunkan mobil dengan perlahan. Putar katup pelepas tekanan pada dongkrak hidrolik atau putar sekrup pada dongkrak ketupat secara perlahan untuk menurunkan mobil dengan stabil.

Pastikan Anda mengendalikan proses penurunan untuk menghindari mobil turun dengan cepat yang bisa membahayakan.

10. Simpan Dongkrak dengan Aman

Setelah dongkrak selesai digunakan, bersihkan dan simpan di tempat yang aman, terlindung dari debu, kotoran, dan kelembaban.

Pastikan dongkrak disimpan di tempat yang tidak mudah terkena kerusakan atau terjatuh agar tetap dalam kondisi baik untuk penggunaan berikutnya.

Tips Memilih Dongkrak Mobil yang sesuai Kebutuhan

Saat memilih dan membeli dongkrak mobil, penting untuk memperhatikan beberapa hal agar sesuai dengan kebutuhan Anda. Berikut penjelasannya.

1. Pertimbangkan Kapasitas Angkatnya

Pastikan dongkrak memiliki kapasitas angkat yang cukup untuk mobil Anda, seperti 2 ton. Periksa berat mobil Anda dan pilih dongkrak yang memiliki kapasitas angkat yang lebih besar dari berat mobil tersebut.

2. Cek Tinggi dan Ukurannya

Pertimbangkan tinggi maksimal angkatan dongkrak, serta ukuran fisiknya. Pastikan dapat mencapai tinggi yang cukup untuk menjangkau bagian bawah mobil Anda, dan mudah disimpan di bagasi atau tempat penyimpanan mobil.

3. Periksa Kualitas Bahan dan Fitur Keamanannya

Pilih dongkrak yang terbuat dari bahan berkualitas tinggi dan memiliki fitur keamanan seperti penguncian yang kuat dan mekanisme perlindungan darurat. Pastikan juga membeli dongkrak dari merek yang terpercaya dan telah teruji kehandalannya.

4. Pertimbankan Aspek Portabilitasnya

Perhatikan juga portabilitas dari dongkrak, apakah mudah dibawa dan digunakan di berbagai kondisi, seperti saat bepergian jauh atau di jalan beraspal yang tidak rata.

5. Pastikan Kompatibel dengan Mobil Anda

Pastikan dongkrak yang Anda pilih kompatibel dengan mobil Anda. Periksa jenis dan model mobil Anda serta spesifikasi dari dongkrak yang akan Anda beli untuk memastikan dapat digunakan dengan aman dan efektif pada mobil Anda. Hal ini akan meminimalkan risiko kerusakan pada mobil dan memastikan keselamatan Anda saat menggunakan dongkrak.

6. Pertimbangkan Aksesori dan Fitur Tambahan

Beberapa dongkrak dilengkapi dengan fitur tambahan seperti roda yang memudahkan pergerakan, pegangan yang nyaman, atau penyimpanan aksesori tambahan seperti kunci roda. Pertimbangkan fitur-fitur ini sesuai dengan preferensi dan kebutuhan Anda.

Monday, August 10, 2026

BOLTS and NUTS

 Ø  BAUT DAN MUR

Baut dan mur digunakan untuk mengencangkan part-part di berbagai area di kendaraan. Ada berbagai macam tipe baut dan mur sesuai dengan penggunaannya. Sangat penting untuk mengetahuinya agar pekerjaan perbaikan dapat dilakukan dengan benar.

 


Gambar Baut dan Mur 


 

Ø  Nama setiap bagian baut

Baut memiliki nama yang berbeda-beda guna menunjukkan ukuran dan kekuatannya. Baut yang digunakan pada kendaraan dipilih menurut kekuatan dan ukuran yang dibutuhkan oleh masing-masing area. Oleh karena itu, mengetahui nama baut merupakan salah satu dasar dalam melakukan pekerjaan perawatan.

 

Nama Baut

Contoh: M 8 x 1.254T

 M: Tipe Ulir

Posisi “M” untuk ulir metrik. Tipe lain dari ulir adalah: "S" untuk ulir small, dan “UNC” untuk ulir kasar.

8: Diameter luar baut

Dalam gambar, ini ditunjukkan oleh No. 7

1.25: Pitch ulir (mm)

Dalam diagram, hal itu ditunjukkan oleh No. 8

4T: Kekuatan.

Nomor menunjukkan 1/10 dari minimum tensile strength dalam unit kgf/mm2, dan huruf besar untuk “tensile strength”. Strength dicap pada kepala baut.

  

Tipe-tipe Baut

 


 

Tipe-tipe Baut

A.      Baut kepala segi enam (heksagonal )

Ini adalah tipe baut yang paling umum. Beberapa di antaranya memiliki sebuah flange atau washer di bawah kepala baut.

Ø  Tipe flange:

Bagian dari kepala baut yang mengalami kontak dengan part, memiliki permukaan yang lebar untuk mengurangi tekanan kontak yang digunakan oleh baut terhadap part. Karena itu efektif dalam meminimalkan kemungkinan part rusak.

Ø  Tipe washer:

Efektifitasnya serupa dengan tipe flange. Efektif juga saat digunakan untuk mengencangkan part yang memiliki lubang dengan diameter lebih lebar daripada kepala baut. Tipe ini menggunakan washer pegas di antara kepala baut dan washer untuk meminimalkan kekendoran baut.

 

B.      Baut – U

Baut-baut ini digunakan untuk menghubungkan pegas daun ke axle. Disebut "Baut-U" karena bentuknya menyerupai huruf "U".

 

C.      Baut Tanam

Baut-baut ini digunakan untuk mencari part terhadap part lain, atau untuk memudahkan perakitan.

  

Ø  Baut Plastic Region

Baut plastik, yang memberikan tegangan aksial tinggi dan stabilitas, digunakan sebagai baut cylinder head dan baut beraing cap pada beberapa mesin. Baut kepala memiliki ciri segi dua belas (luar dan dalam).


 

Tipe-tipe Mur

 


Tipe-tipe Mur

a.       Mur Heksagonal

Mur tipe ini yang paling umum digunakan. Beberapa di antaranya memiliki flange di bawah mur.

 

b.      Mur bertutup (Capped nut)

Mur-mur ini digunakan sebagai mur hub pada roda aluminum, dan memiliki tutup untuk menutupi ulir-ulurnya. Mur-mur ini digunakan untuk mencegah ujung ujung baut agar tidak berkarat atau untuk tujuan keindahan.

 

c.       Mur castle (mur mahkota)

Mur-mur ini memiliki alur-alur atau silinder beralur. Untuk mencegah agar mur tidak berputar dan menjadi kendor, sebuah cotter pin dimasukkan ke dalam alur. Mur-mur ini digunakan untuk berbagai macam persambungan, seperti pada sistem kemudi.

 

Ø  Metode penguncian

 


A.    Mur pengunci

Mur pengunci memiliki ulir yang berubah ben tuk, atau, setelah dikencangkan ditempatnya, ulirnya menjadi berubah bentuk untuk mence gah agar mur tidak kendor. Mur ini biasanya digunakan pada komponen pemindah daya kendaraan

 

B.     Washer

Washer (ring) biasanya diklasifikasik dalam dua tipe berdasarkan metode pengunciannya.

-          Washer pegas & washer bergelombang

Gaya pegas washer meminimalkan kekendoran baut atau mur.

-          Washer bergigi

Washer ini memiliki permukaan bergigi pada salah satu sisinya, yang memberikan gesekan untuk meminimalkan kekendoran baut atau mur.

 

  


 

C.     Cotter pin

Cotter pin digunakan bersama dengan mur mahkota untuk fungsi penguncian. Terutama digunakan pada komponen kemudi kendaraan.

D.    Plat pengunci

Tab-tab plat pengunci diletakkan pada baut atau mur untuk mencegah agar pengencang tidak kendor. Gambar menunjukkan plat penguncian yang digunakan pada diferensial kendaraan. Plat pengunci tidak dapat digunakan kembali.

 

Pengukir jarak ulir (Screw Pitch Gauge)

Screw pitch gauge dirancang untuk mengukur jarak ulir mur atau baut. Gauge ini terdiri dari beberapa bilah dengan profil yang berbeda, dan nilainya tercantum pada setiap bilahnya.

 


 

 Metode Pengukuran

Letakkan bilah screw pitch gauge pada ulir yang diperiksa. Bila tidak cocok, cobalah dengan bilah yang lain sampai di dapat ukuran yang cocok. Setelah menemukan kecocokan maka nilai pitch yang ditunjukkan pada bilah adalah sama dengan jarak ulir sekrup yang bersangkutan. Dalam mengukur ulir ini sangat penting karena berhubungan dengan sambungan setiap komponen nya, yang apabila setiap sambungan contoh ulir mur dan bautnya tidak sama maka dapat menyebabkan tidak kencang atau yang lebih parah merusak ulir tersebut. 


  


 

Wednesday, July 29, 2026

KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3)

 

Pengetahuan Selama Bekerja 

 1. Selalu utamakan kelamatan kerja untuk mencegah kecelakaan kerja. 

 2. Berhati-hatilah demi mencegah kecelakaan menimpa Anda. 

Jika Anda terluka saat bekerja, hal ini tidak hanya akan berpengaruh pada Anda, tapi juga akan berpengaruh pada keluarga Anda, rekan kerja, dan perusahaan 

 Faktor penyebab kecelakaan 

 A. Kecelakaan akibat faktor manusia Kecelakaan disebabkan oleh penggunaan yang tidak benar dari mesin atau tool, mengenakan pakaian tidak cocok, atau oleh kecerobohan teknisi. 

 B. Kecelakaan karena faktor fisik Kecelakaan disebabkan oleh malfungsi dari mesin atau tool, kurangnya integritas peralatan keselamatan, atau lingkungan kerja yang tidak memadai. 


Vidio Ilustrasi Bengkel : https://youtu.be/04ho5JzFRWw

Petunjuk: 

Peraturan keselamatan bisa berbeda antara satu negara dan negara lainnya dan mungkin lebih ketat dari pedoman dasar sebelumnya. 

Pakaian Kerja 

Untuk mencegah kecelakaan, pilih pakaian kerja yang kuat dan memudahkan pekerjaan. Hindari bekerja dengan sabuk, gesper, dan kancing-kancing yang terlihat, karena dapat merusak kendaraan saat bekerja. Untuk menghindari cidera atau terbakar, hindari memperlihatkan kulit tanpa pelindung. 

Sepatu safety 

Pastikan untuk mengenakan sepatu safety (safety shoes) saat bekerja. Karena sangat berbahaya bila mengenakan sandal atau sepatu olahraga yang mudah tergelincir atau mengurangi efisiensi kerja. Sepatu-sepatu tersebut juga membuat pemakai rentan terhadap cidera bila ada benda-benda yang jatuh secara tidak sengaja. 

Sarung Tangan Kerja 

Saat mengangkat item yang berat atau melepas pipa gas buang atau benda serupa, dianjurkan untuk memakai sarung tangan. Namun, sarung tangan tidak harus dikenakan untuk pekerjaan perawatan biasa. Penggunaan sarung tangan ditentukan sesuai dengan tipe pekerjaan yang akan Anda lakukan.


Di Bengkel Jagalah selalu kebersihan tempat kerja Anda untuk melindungi Anda dan orang lain dari cidera. Jangan meninggalkan peralatan atau part di lantai yang membuat Anda atau orang lain dapat tersandung. Biasakanlah untuk meletakkannya pada meja kerja atau stand kerja. Segera bersihkan tumpahan bahan bakar, oli, atau gemuk untuk mencegah agar Anda atau orang lain tidak tergelincir di lantai. Jangan bekerja dengan posisi yang tidak nyaman. Hal ini tidak hanya mempengaruhi efisiensi kerja Anda, juga Anda dapat terjatuh dan terluka. Berhati-hatilah saat menangani benda yang berat karena Anda dapat terluka bila benda tersebut jatuh dan mengenai kaki Anda. Harap diingat juga bahwa punggung Anda dapat terluka bila Anda mencoba mengangkat benda yang terlalu berat bagi Anda. Untuk bergerak dari satu area kerja ke area kerja lain, pastikan untuk berjalan di tempat yang telah ditentukan. Jangan menggunakan benda-benda yang mudah terbakar di dekat switch, papan switch atau motor listrik, dll. Karena benda-benda itu mudah mengeluarkan loncatan bunga api.



Di Bengkel Saat bekerja dengan peralatan, perhatikan hal-hal berikut untuk mencegah cidera: 1. Perlengkapan kelistrikan, hidrolik, dan pneumatic dapat menyebabkan cidera serius bila tidak digunakan dengan benar. 
2. Kenakan kaca mata pelindung sebelum menggunakan peralatan yang menghamburkan serpihan-serpihan. Buang serpihan-serpihan dari peralatan seperti gerinda dan alat pengebor setelah digunakan. 
3. Jangan mengenakan sarung tangan saat mengoperasikan sebuah alat yang berputar atau saat bekerja di area yang memiliki pergerakan rotasi. Sarung tangan dapat terjepit di antara benda yang berputar dan melukai tangan Anda. 
4. Untuk menaikkan kendaraan pada pengangkat, sebelumnya naikkanlah perlahan sampai ban-ban berada sedikit di atas tanah. Kemudian, pastikan bahwa kendaraan telah ditopang dengan aman pada pengangkat sebelum menaikkannya secara keseluruhan. Jangan pernah mencoba menggoyang kendaraan bila telah dinaikkan, karena hal ini dapat menyebabkan kendaraan jatuh dan cidera serius.


Pencegahan Kebakaran Pencegahan-pencegahan berikut ini harus dipatuhi guna mencegah terjadinya kebakaran: 
• Bila sirine berbunyi, seluruh karyawan harus bekerja sama untuk mematikan api. Oleh karena itu, mereka harus mengetahui letak tabung pemadam kebakaran dan cara menggunakannya. 
• Jangan merokok kecuali di tempat yang telah ditentukan, dan pastikan untuk mematikan puntung rokok di asbak. 




Pencegahan Kebakaran Untuk mencegah kebakaran dan kecelakaan, perhatikan hal-hal berikut saat menangani item-item yang mudah terbakar: 
• Kain yang direndam dengan bensin atau oli kadang-kadang dapat menyala bila terjadi pembakaran spontan, oleh karena itu buanglah benda-benda tersebut ke wadah logam yang dilengkapi dengan penutup. 
• Jangan menggunakan api di area dimana oli disimpan atau larutan pembersih part yang mudah terbakar. 
• Jangan pernah menggunakan api atau menciptakan bunga api di area dekat baterai yang sedang diisi, karena gas yang dikeluarkan dapat dengan mudah 
• Jangan membawa bahan bakar atau larutan pembersih ke dalam bengkel kecuali bila perlu, dan gunakan wadah khusus yang dapat ditutup. 
• Jangan membuang oli bekas yang mudah terbakar dan bensin ke dalam saluran air karena dapat menimbulkan kebakaran di dalam sistem saluran air. Selalu buang material-material ini ke dalam tangki penguras atau wadah yang tepat. 
• Jangan menghidupkan mesin kendaraan dengan bahan bakar yang bocor sampai kebocoran telah diperbaiki. Saat melakukan perbaikan pada sistem bahan bakar, hal seperti melepas karburator, memutus kabel negatif (-) dari baterai harus dilakukan untuk mencegah agar mesin tidak hidup tanpa disengaja. 


Tindakan Pencegahan Keamanan Perlengkapan Kelistrikan Penanganan perlengkapan kelistrikan yang tidak benar dapat menyebabkan hubungan singkat dan kebakaran. Oleh karena itu, pelajarilah bagaimana menggunakannya dengan benar dan perhatikan hal-hal berikut: Bila terdeteksi adanya hal yang tidak biasa pada perlengkapan kelistrikan, segera putar switch ke posisi OFF dan hubungi pengontrol/foreman. Bila ada konslet atau kebakaran pada sirkuit kelistrikan, putar switch ke posisi OFF terlebih dahulu sebelum memadamkan api. Laporkan apabila ada jalur kabel yang tidak benar atau perlengkapan kelistrikan yang tidak terpasang dengan benar kepada pengontrol/foreman. Laporkan bila ada fuse yang putus kepada supervisor Anda karena fuse yang putus menunjukkan adanya masalah kelistrikan. 


Perhatian Keamanan Perlengkapan Kelistrikan Jangan pernah melakukan hal-hal di bawah ini, karena sangat berbahaya: 
• Jangan berada di dekat kabel listrik yang rusak atau terlilit. 
• Untuk mencegah terjadinya konslet, jangan pernah menyentuh perlengkapan kelistrikan dengan tangan basah. 
• Jangan pernah menyentuh switch-switch berlabelkan “Rusak” ("Out of Order"). 
• Saat melepas plug, jangan menarik kabelnya, tariklah plug itu sendiri. 
• Jangan melewatkan kabel melalui tempat yang basah atau terendam oli, permukaan-permukaan yang dipanaskan, atau melewati sudut-sudut yang tajam. 
 • Jangan menggunakan benda-benda yang mudah terbakar di dekat switch-switch, papan switch atau motor listrik, dll., yang mudah mengeluarkan bunga api.  


Aktivitas yang Membahayakan Dalam aktivitas membahayakan, para teknisi saling bertukar informasi mengenai aktivitas yang membahayakan yang pernah mereka alami selama melakukan aktivitas sehari-hari. Mereka menjelaskan satu sama lain bagaimana terjadinya sesuatu yang mendekati bahaya untuk mencegah yang lainnya menemui kesulitan dan terhindar dari kecelakaan. Mereka kemudian akan menganalisa faktor-faktor yang berperan dalam situasi berbahaya ini dan mengambil tindakan tepat untuk menciptakan tempat kerja yang lebih aman. Bila Anda menghadapi situasi-situasi seperti tertera di sebelah kiri, lakukanlah hal berikut: Jika Anda kebetulan menemui situasi di atas, tindakan berikut ini harus diambil: 
1. Pertama, laporkan masalah itu kepada pengawas/mandor. 
2. Catatlah apa yang terjadi. 
3. Ajaklah setiap orang secara serius memikirkan masalah itu. 
4. Ajaklah setiap orang memikirkan tindakan antisipasi yang harus diambil. 
5. Catat seluruhnya dan tempatkan daftarnya dalam area dimana setiap orang dapat melihatnya.

JENIS-JENIS DONGKRAK

  Jenis Dongkrak Mobil  Jika dilihat dari sistem gaya, maka ada dua jenis dongkrak mobil, yaitu mekanik dan hidrolik. Dongkrak mekanik men...