Soal
Perhitungan Jangka Sorong Ketelitian 0,05 mm
1. Sebuah jangka sorong dengan
ketelitian 0,05 mm digunakan untuk mengukur diameter sebuah poros. Skala utama
menunjukkan angka 32 mm, dan garis ke-5 pada skala nonius tepat segaris dengan
skala utama. Berapakah hasil pengukurannya?
2. Pada pengukuran tebal sebuah pelat
baja dengan jangka sorong 0,05 mm, garis nol skala nonius berada di antara
angka 15 mm dan 16 mm pada skala utama. Garis nonius yang sejajar dengan skala
utama adalah garis ke-13. Hitunglah ketebalan pelat tersebut!
3. Tentukan hasil pembacaan jangka
sorong (ketelitian 0,05 mm) jika skala utama menunjukkan 7 mm lebih, dan garis
nonius angka 8 sejajar lurus dengan skala utama!
4. Seorang siswa mengukur kedalaman
sebuah silinder. Diperoleh angka skala utama 48 mm dan garis skala nonius yang
lurus berada pada strip ke-7 setelah angka 0. Jika ketelitian alat 0,05 mm,
berapakah kedalaman silinder tersebut?
5. Hitunglah hasil pengukuran jangka
sorong 0,05 mm jika angka nol nonius berada di sebelah kanan angka 10,2 cm pada
skala utama, dan garis nonius ke-3 lurus dengan skala utama!
6. Hasil pengukuran diameter dalam
sebuah pipa adalah 20,45 mm menggunakan jangka sorong ketelitian 0,05 mm. Jika
skala utamanya menunjukkan 20 mm, garis ke berapakah pada skala nonius yang
sejajar dengan skala utama?
7. Jika tebal sebuah benda adalah
8,95 mm setelah diukur dengan jangka sorong ketelitian 0,05 mm, tentukan nilai
skala utama dan garis nonius ke berapa yang berhimpit!
8. Sebuah jangka sorong 0,05 mm
menunjukkan SU = 54 mm dan garis nonius angka 25 (garis ke-5) berhimpit lurus.
Hitunglah nilai pengukurannya!
9. Berapakah hasil pembacaan alat
jika angka nol nonius berada tepat di antara 3,8 cm dan 3,9 cm skala utama,
dengan garis nonius ke-10 yang berhimpit (ketelitian 0,05 mm)?
10. Pengukuran diameter bola besi
menghasilkan data: Skala utama menunjukkan 11 mm, garis nonius yang berhimpit
adalah garis ke-17. Jika ketelitian jangka sorong 0,05 mm, berapakah diameter
bola tersebut?