Wednesday, May 3, 2023

DASAR SISTEM HIDROLIK DAN PNEUMATIK

 SISTEM HIDROLIK DAN PNEUMATIK

    Sistem Hidrolik Dan Pneumatic Membicarakan sistem hidrolik berarti membicarakan teknologi yang berhubungan dengan penggunaan dan karakteristik/sifat-sifat cairan (liquid). Zat cair ini digunakan untuk melakukan gerakan segaris maupun berputar. Dengan ditemukannya hukum Pascal yang meng-hypotesa-kan bahwa tekanan yang diterima seluruh permukaan akibat cairan adalah sama, maka pemanfaatan cairan akan semakin beragam. Cairan bisa berfungsi sebagai penerus tenaga (transmitting power), melipatgandakan tenaga (multiplying force) juga bisa berfungsi untuk merubah gerakan (modifying motion). Sehingga pada jaman industri modern ini penggunaan sistem dan alat-alat hidrolik sudah semakin luas jangkauannya.

Beberapa keuntungan menggunakan tenaga hidrolik adalah: 

✓ Memindahkan tenaga yang besar dengan menggunakan komponen yang relatif kecil.

✓ Pengontrolan dan pengaturan lebih mudah 

✓ Mudah dipindahkan dalam arah kebalikan (Reversible) 

✓ Melumasi dan merawat sendiri (self lubricating) sehingga usia pakai lebih panjang 

 ✓ Rancangan yang sederhana (lingkages yang rumit digantikan oleh sedikit komponen-komponen pre-engineered) 

 ✓ Fleksibilitas (komponen-komponen hidrolik bisa dipasang pada kendaraan hanya dengan mengalami sedikit sekali masalah) 

 ✓ Kehalusan (sistem hidrolik beroperasi dengan halus dan tidak bising danmenimbulkan sedikit sekali getaran) 

✓ Kontrol (operator melakukan kontrol relatif sedikit atas berbagai macam kecepatan dan gaya) 

✓ Sedikit gaya yang hilang (gaya hidrolik bisa digandakan besar sekali dan disalurkan sepanjang badan kendaraan dengan sedikit gaya yang hilang) 

✓ Perlindungan atas beban berlebih (sistem hidrolik dilindungi terhadap kerusakan yang disebabkan oleh kelebihan beban (overload damage) dengan katup-katup yang bekerja secara otomatis) 


Beberapa kelemahan yang ada pada sistem hidrolik, adalah:

➢ Rawan terhadap kecelakaan akibat tekanan tinggi dari fluida (high pressure liquid) 

 ➢ Kebocoran kecil bisa berakibat fatal baik pada pemindahan tenaga maupun penyebab kecelakaan Sistem hidrolik memerlukan bagian dengan tingkat presisi tinggi. 

➢ Membutuhkan perawatan yang intensif sehubungan dengan iklim atau• cuaca supaya tidak mudah terkena karat, kotoran dan pencemaran oli. 


Pada sebuah piston dalam sebuah bejana yang memiliki luas permukaan sentuh ke cairan sebesar A m2 diberi gaya sebesar F Newton (N) maka cairan diseluruh bejana akan memberikan tekanan yang sama pada seluruh permukaan bejana sebesar P Newton/m2 . Secara sederhana dapat dirumuskan:


Keadaan fluida yang tidak bisa dimampatkan tersebut banyak digunakan untuk memindahkan energi maupun mengontrol sistem yang lebih besar. Sistem pneumatis mempunyai prinsip yang mirip dengan sistem hirolik. Sistem ini menggunakan udara yang dimampatkan untuk mengontrol pemindahan energi.

Diagram hidrolik

Didalam sistem hidrolik, diagram hidrolik mengunakan garis dan simbol untuk mempermudah didalam membaca diagram rangkaian hidrolik.


Sedangkan gambar simbol dari komponen-komponen hidrolik maupun pneumatik adalah sebagai berikut:


  

    A. Komponen pada bidang otomotif yang menggunakan sitim hidrolik dan penumatik

Dalam kegiatan sehari hari kita banyak menggunakan alat yang dalam prinsip kerjanya menggunakan sistim hidrolik dan penumatik. Pada penggunaanya umumnya sering kita jumpai pada kendaraan bermotor atupun alat penggangkat ataupun yang lainnya, seperti :
1. Dongkrak hidrolik
    Dongkrak adalah nama yang diberikan pada sebuah alat yang digunakan untuk mengangkat beban berat. Untuk ”mendongkrak” sesuatu ke atas, berarti mengangkatnya. Pada saat bagian bawah kendaraan dikerjakan, atau roda-roda atau track harus diganti, roda dan track tersebut harus diangkat atau didongkrak
Hidrolik. Dongkrak hidrolik menggunakan pompa oli untuk menekan oli di dalam dongkrak. Gaya yang diberikan oleh operator akan meningkat dari ram ke ram. 



Bila kita mempunyai dua silinder yang berhubungan; satu silinder dengan luas penampang 1cm persegi, dan luas penampang yang kedua 10 cm persegi, dan bila silinder yang luas penampangnya 1cm digerakkan kebawah 10 cm, maka silinder yang memiliki luas penampang 10 cm akan bergerak naik 1 cm. Bila silinder 1 cm diberi gaya 10 kg, maka akan dihasilkan gaya angkat 100 kg pada silinder 10 cm. Jadi kita dapat mengangkat 100 kg beban dengan menggunakan tenaga 10 kg.

Di workshop pusat pelatihan, Anda akan menjumpai kedua jenis dongkrak namun yang umum digunakan adalah dongkrak hidrolik, karena daya kerjanya dan kapasitasnya dalam mengangkat beban berat. Dongkrak hidrolik berukuran kecil mempunyai sebuah pompa silinder yang kecil untuk mengangkat silinder yang besar. Oli hidrolik dimasukkan kedalam dongkrak dan gerakan diantara Silinder dikontrol dengan valve yang pada saat disetel hanya akan membuat oli mengalir dalam satu arah saja. Dongkrak tersebut biasanya mempunyai adjustable threaded center piece untuk menyetel ketinggian. Jenis dongkrak hidrolik ini juga dinamai dongkrak botol (bottle jack) karena bentuknya yang menyerupai botol. Dongkrak


botol ini mempunyai valve yan disebut control valve. Sewaktu valve ini ditutup dan dongkrak tersebut dipompa, ram akan bergerak keatas dan mengangkat beban. Sewaktu control valve dibuka, ram tersebut akan bergerak kebawah menurunkan beban.

                Gambar. Dongkrak Botol

 1.      Pesawat Angkat Dan Angkut

    Pesawat angkut dan angkat adalah pesawat atau alat yang digunakan untuk mengangkat atau memindahkan sebuah barang dengan jarak, besar dan berat tertentu yang sulit untuk dilakukan ataupun tidak mungkin dilakukan dengan tenaga manusia. Pesawat pengangkat juga dapat diartikan sebagai kelompok mesin yang bekerja secara periodik yang didesain alat pengangkat dan pemindah muatan yang dapat digantungkan secara bebas atau diikat pada crane.

Pesawat pengangkut dapat dipisahkan menjadi tiga sesuai cara pengangkutannya : Hydraulic Handling Device: cara pengangkutan dengan menggunakan media berupa cairan atau liquid sebagai media pengangkutan.


                                     

    Gambar. Forklift Sumber :

    Forklift merupakan alat yang di gunakan untuk mengangkat dan memindahkan barang daru satu tempat ke tempat yang lain dengan menggunakan prinsip kerja sistim hidolik.


                                                                Gambar. Mobil dump truk

    Dump truk merupakan alat yang di gunakan untuk mengangkat dan memindahkan barang daru satu tempat ke tempat yang lain dengan menggunakan prinsip kerja sistim hidolik yang di gunakan untuk mengangkat bak mobil untuk menurunkan muatan barang nya.

 


                                                                     Sumber: www.enegymfg.com

  Gambar. Excafator


    Excavator merupakan alat berat yang di gunakan untuk mengangkat dan memindahkan barang daru satu tempat ke tempat yang lain dengan menggunakan prinsip kerja sistim hidolik


 


Gambar. Bull Dozer

    Bull dozer merupakan alat berat yang di gunakan untuk mengangkat, memindahkan, dan meratakan matial tanah atau tambang daru satu tempat ke tempat yang lain dengan menggunakan prinsip kerja sistim hidolik.

 

2.      Komponen pada bidang otomitif yang menggunakan sistim hidrolik

    Pada bidang otomotif banyak komponen yang menggunakan sistim hidrolik seperti Rem kaki, Kopling hidrolik, sistim power steering, adapun gambar komponen sebagai berikut :



 

Sumber:otosigna.blokspot.com

Gambar. Rem Hidrolik

 

Rem hidrolik merupakan salah satu system utama keslamatan dalam sebuah kendaraan yang berfungsi untuk mengurangi kecepatan dan menghentikan laju kendaraan sampai berhenti. Untuk sistem rem hidroik bekerja berdasarkan hukum pascal. Dimana material berupa fluida dijadikan alat untuk meneruskan gaya pengereman dari pedal rem. Fluida digunakan karena material ini tidak memiliki sifat kompresi sehingga cocok untuk menyalurkan tekanan.


                         


                Sumber: otosigna. blokspot.com

                    Gamabr. Kopling Hidrolik

 Cara kerja kopling hidrolik yaitu pedal kopling berfungsi untuk menekan minyak yang sudah ada dalam master silinder. Selanjutnya minyak akan dibawa ke arah silinder kopling. Tekanan akan berlanjut mendorong tuas pembebas dan bantalan tekan yang bekerja untuk menekan pegas diafragma.



                                                            Sumber: otosigna. blokspot.com

                                                            Gambar. Hidrolik power steering

 Prinsip kerja dari Hidrolik power steering yaitu menggunakan putaran mesin untuk memutar pompa power steering dengan menggunakan belt, sehingga oli yang berada dalam sistem menjadi bertekanan tinggi dan   sanggup   membantu   memutar   rack   kemudi.   Alhasil, PS hidrolis butuh slang tekanan tinggi untuk menyalurkan oli dari pompa menuju rack

 

3.      Komponen pada bidang otomotif yang menggunakan sistim penumatik

        Pada bidang otomotif komponen yang menggunakan sistim penumatik adalah sebagi berikut :

a.      Pneumatic Handling Device: cara pengangkutan dengan menggunakan media berupa udara, gas sebagai sarana pengangkutannya seperti pada 



                                        Gambar. Pneumatic Convey


Sunday, February 19, 2023

GARIS

1. Jenis dan Penggunaan Garis

    Garis merupakan bagian dari gambar yang penting diketahui oleh setiap juru gambar. Jenis-jenis garis pada gambar Teknik memiliki bentuk dan fungsi yang berbeda-beda. Garis mempunyai Panjang tanpa lebar, mempunyai kedudukan dan arah, kedua ujungnya berupa titik. Garis berfungsi sebagai batas sebuah bidang. Banyaknya garis yang dipakai dalam gambar Teknik bertujuan untuk membedakan tiap aspek gambar, sehingga pembaca gambar dapat dengan mudah memahami maksud dari gambar tersebut.

Adapun jenis-jenis garis disajikan dalam table dibawah ini:

2. Bentuk Garis

Perhatikan macam-macam bentuk garis berikut ini!

    3. uruf dan Angka

Huruf dan angka yang biasa digunakan dalam gambar Teknik ada dua tipe, yaitu

a.    Tipe A (Tegak/Miring 750)

Untuk huruf kapital, tebal garis 1/14 h, dimana h adalah tinggi huruf/angka. H = (14 mm, 10 mm, 7 mm, 5 mm dan 3,5 mm). Sedangkan untuk huruf kecil, tebal 1/14 h, dimana h = (10 mm, 7 mm, 5 mm, 3,5 mm, dan 2,5 mm)

b.    Tipe B (tegak/miring 750)

Untuk huruf kapital, tebal garis 1/10 h, dimana h = tinggi huruf/angka. H = (14 mm, 10 mm, 7 mm, 5 mm, dan 3,5 mm). Sedangkan untuk huruf kecil, tebal garis 1/10 h, dimana h = (10 mm, 7 mm, 5 mm, 3,5 mm, dan 2,5 mm)

Perbedaan yang mencolok antara tipe A dan tipe B adalah ketebalan garisnya.






TUGAS!
1. Buat bentuk Garis 
    a. Kemiringan 25 derajat, 35 derajat dan 60 derajat!
    b. Garis mendatar, garis putus mendatar, garis strip titik mendatar!
    c. Garis tegak, garis strip tegak, garis strip titik tegak

2. Buat Tinggi huruf kapital 15 mm dan tinggi huruf kecil 5 mm (tegak)!
3. Buat tinggi huruf kapital 17 mm dan tinggi huruf kecil 7 mm (miring 75 derajat)!

note:
sebelum menggerjakan buat kepala gambar/etiket terlebih dahulu!


Tuesday, February 7, 2023

PROYEKSI

Fungsi Proyeksi adalah

1. Untuk mendapatkan ukuran garis yang sebenarnya

2. Untuk membuat bentuk yang sebenarnya

3. Untuk membuat gambar kerja

Secara umum dalam gambar proyeksi diperlukan 3 arah pandangan:

1. Tampak atas

2. Tampak bawah

3. Tampak samping kanan/kiri


Macam-macam Proyeksi

1. Proyeksi Orthogonal

    Proyeksi Orthogonal adalah proses penggambaran objek secara dua dimensi. Proyeksi Orthogonal sering disebut sebagar gambar tampak.

Teori gambar secara garis besar terbagi atas dua kelompok, yaitu:

- Proyeksi Eropa (ANSI)

- Proyeksi Amerika (ISO)


- Proyeksi Eropa

    Proyeksi cara ini beranggapan bahwa obyek atau benda yang akan digambar atau diproyesikan seolah-olah berada dalam suatu kubus

        Urutan Proyeksi Eropa : Pengamat, Obyek dan Bidang Proyeksi (Garis proyeksi ditarik menjauhi pengamat).








- Proyeksi Amerika
    Proyeksi cara ini beranggapan seolah-olah obyek atau benda berada diluar kubus.

    Urutan Proyeksi Amerika : Pengamat, Bidang Proyeksi, dan Obyek (garis proyeksi ditarik menuju pengamat).










- Proyeksi Eropa
    Proyeksi Eropa adalah proyeksi yang letaknya terbalik terhadap arah pandangannya. contohnya proyeksi eropa dapat dilihat pada gambar berikut




- Proyeksi Amerika
    Proyeksi Amerika adalah proyeksi sudut ketiga yang letak dari bidang benda yang sama dengan arah pandangannya. Berikut ini adalah contoh gambar proyeksi amerika.




Sunday, October 16, 2022

PEMELIHARAAN DAN PERBAIKAN OTOMOTIF

 

A.   DASAR PEMELIHARAAN OTOMOTIF

Pemeliharaan/perawatan (maintenance)  adalah  segala kegiatan yang dilakukan untuk merawat, menjaga dan memelihara peralatan, mesin dan fasilaitas lainya supaya tetap dalam keadaan siap pakai secara efektif dan efisien.

Tujuan dari perawatan adalah untuk menjaga mencegah, mengurangi dan menghindari kerusakan serta meminimalkan biaya perbaikan. Pemeliharaan/Perawatan pada umumnya terdiri dari perawatan terencana dan perawatan tidak terencana.

1.      Perawatan terancana (Planned maintenance)

Perawatan terncana yaitu kegiatan oerawatan yang dilakukan berdasarkan perencanaan yang sudah di tetapkan atau di jadwalkan mengacu pada proses penggunaan. Perawatan terencana terdiri dari beberapa bagian antara laian :

a.    Perawatan pencegahan (Preventive maintenance) Perawatan ini dilakukan dengan kriteria tertentu pada tahapan proses produksi guna mencegah kerusakan yang lebih besar. Sehingga produk yang dihasilkan cepat tepat dan baik kualitas produknya.

b.    Perawatan terjadwal (Scheduled maintenance) Perawatan yang dilakukan   secara teratur dan periodik dalam kurun waktu yang ditentukan berdasar berbagai                                      rekaman data masa lalu. Perawatan terjadwal biasanya mengacu pada rekomendasi dari produsen pembuatnya.

c.     Perawatan prediktif (Prediktive maintenance) Perawatan prediktif adalah perawatan yang dilakukan berdasarkan kondisi alat atau mesin itu sendiri (condition based), penentuan kondisi mesin biasanya dilakukan dengan memeriksa alat atau  mesin secara rutin sebelum digunakan dan  sesudah digunakan sehingga                                    dapat diketahui  keadaan mesin masih layak digunakan dan keselamatan kerja terjamin.

2.            Perawatan tidak terencana (Unplanned maintenance)

Perawatan tidak terencana merupakan perawatan yang dilakukan karena adanya petunjuk gejala dan indikasi pada alat atau mesin kurang maksimal dalam melakukan proses produksi.

Perawatan tidak terencana biasanya terdiri dari beberapa jenis antara lain :

a.     Perawatan darurat (Emergency maintenance) Adalah perawatan yang dilakukan pada saat mesin atau alat mengalami keadaan tertentu sehingga memerlukan penangulangan yang bersifat darurat, guna mencegah kerusakan lebih besar.

b.     Perawatan Kerusakan (Breakdown maintenance) Adalah perawatan yang dilakukan ketika mesin atau alat mengalami kegagalan proses produksi sehingga pekerjaan harus dihentikan dan dilakukan pemeriksaan kerusakan sesuai prioritasnya.

c.     Perawatan penangkal (Corective Maintenance) Adalah perawatan yang dilakukan berdasarkan hasil produksi yang dihasilkan tidak sesuai baik waktu atau standar mutu produk, sehingga perlu dilakukan koreksi pada mesin atau alat tersebut


B.    PEMELIHARAAN OTOMOTIF

                            

Pemeliharaan otomotif atau sering disebut perawatan berkala pada kendaraan adalah kegiatan merawat, menyetel, memperbaiki, mengganti komponen yang dilakukan dengan kurun waktu tertentu untuk mendapatkan performa kinerja mesin mendekati spesifikasi semula (masih baru).

Kendaraan bermotor sangat banyak jenis dan merknya dimana setiap jenis dan merk memiliki ratusan komponen yang berbeda setiap komponen dalam penggunaanya akan mendapatkan berbagai kondisi beban seperti beban panas, beban tekanan, beban benturan, beban putaran, beban kimia dan lain sebagainya.

Komponen tersebut semakin lama digunakan akan aus, longgar, tidak presisi dan mengalami penurunan kinerja sehingga akan mengurangi performa mesin kendaraan, oleh sebab itu perlu adanya perawatan berkala.

Perbedaan antara kendaraan yang melakukan perawatan rutin dengan kendaraan yang tidak melakukan perwatan akan terlihat pada performa dan kondisi mesin yang berbeda.


Gambar 4.2 Perawatan kendaraan

Sumber : https://www.teknik-otomotif.com/2018/03/tujuan- perawatan-atau-servis-berkala.html

Perawatan pada kendaraan terdapat dua jenis yaitu perawatan terencana dan tidak terencana, contoh jadwal perawatan terencana:

 Tabel 4.1 Jadwal perawatan berkala

Sumber : https://www.teknik-otomotif.com/2018/03/tujuan- perawatan-atau-servis-berkala.html

Komponen kendaraan dapat mengalami kerusakan, namun kerusakan   tersebut tidak terjadi secara tiba-tiba kecuali terjadi insiden. Kerusakan yang terjadi bukan karena insiden biasanya terlihat atau terasa gejala-gejala kerusakan. Seorang pemilik kendaraan atau pengemudi perlu mengetahui gejala kerusakan dan cara penangananya. Sebagian pengemudi melakukan pengecekan kendaraan sebelum digunakan untuk mencegah insiden atau kerusakan yang berat, pemeriksaan rutin (sebelum kendaraan dipakai) yang di lakukan pengemudi antara lain :

·            Pemeriksaan baterai

Periksa kondisi baterai dari terminal baterai, kotak baterai dan jumlah air baterai (jika menggunakan accu basah).

·            Pemeriksaan sistem pendingin Pemeriksaan volume air pada radiator dan reservoir   radiator

·            Pemeriksaan tekanan ban

·            Pemeriksaan lampu dan klakson, dan lain sebagainya.

Service / perbaikan kendaraan yang mengalami kerusakan harus di perbaiki oleh seorang ahli mekanik atau montir di bengkel dengan peralatan yang lengkap. Kerusakan yang terjadi biasanya dapat dirasakan oleh pengendara dengan indera manusia, seperti indera penciuman, pengamatan, pendengaran dan perabaan rasa gerakan. Contoh :

·                Asap Knalpot yang banyak dan berwarna putih (penglihatan).

·                Lampu-lampu yang mati atau hidup (pengelihatan)

·                Suara komponen mesin yang berisik (pendengaran).

·                Suara berdecit saat pengeraman atau saat memengopling (pendengaran).

·                Saat  mobil jalan terjadi geteran yang berlebih (Perabaan)

·                Pada saat pengereman mobil cenderung berbelok ke salah satu arah (perabaan), dan lain sebagainya.

Setelah mengetahui bagian yang mengalami masalah maka perlu dilakukan perbaiakan, untuk dapat melakukan perbaikan diperlukan alat yang sesuai dan seseorang dengan pengetahuan tentang mekanisme cara pembongkaran dan pemasangan komponen yang benar, menggunakan peralatan dengan baik. 

C.    DASAR-DASAR PERBAIKAN

 

Perbaikan sering disebut dengan istilah servis (perbaikan jasa) yaitu segala kegiatan atau usaha untuk mengembalikan fungsi dan kondisi dari benda, alat atau mesin yang rusak baik  akibat dari proses pemakaian atau hal lain yang menyebabkan kerusakan. Proses perbaikan terkadang tidak mampu mengembalikan kondisi seperti semula namun mengutamakan pada alat tersebut dapat digunakan kembali sebagaimana fungsinya.

Perbaiakan/service tidaklah mudah setiap orang yang melakukan service harus memiliki keterampilan khusus, keterampilan ini digunakan untuk mendiagnosa (mencari bagian yang rusak) dengan tepat, apakah bagian tersebut harus di ganti, di stel atau hanya pemeriksaan dan pembersihan komponen saja.

Seorang yang mempunyai keahlian khusus untuk melakukan perbaiakan/service sering disebut teknisi, seorang teknisi dalam memperbaiki benda, alat atau mesin sering dihadapkan dengan penggantian suku cadang (spare part), namun di pasaran tidak tersedia atau mendekati harga baru dari alat tersebut, hal ini memungkinkan pelanggan untuk membeli satu unit mesin/alat tersebut.

Perbaikan/service di tinjau dari tingkat kerumitan dan kecanggihan teknologi yang digunakan pada mesin/alat membuat service ini dibedakan menjadi tiga jenis yaitu service ringan, service sedang dan service berat.

Service merupakan bagian penting dalam dunia bisnis, karena service merupakan layanan penghargaan kepada konsumen, apabila pelayanan service yang baik maka akan menentukan seseorang dalam membeli produk atau menggunakan produk dari perusahaan yang lain.

 

D.     PERBAIKAN OTOMOTIF

 

1.        Jenis Perbaikan Otomotif.

Perbaiakan/service pada otomotif sangat banyak jenis dan macamnya mengingat dunia otomotif dalam penggunaanya pada kendaraan seperti sepeda motor, mobil, alat angkutan, alat berat dan lain sbagainya. Dalam perbaikan otomotif secara garis besar dapat digolongkan menjadi beberapa bagian yaitu perbaikan mesin (Engine), perbaikan pemindah tenaga (Powertrain), perbaikan sasis (Chasis), perbaikan kelistrikan (Electrical), perbaikan bodi (Body).

a.            Perbaikan Mesin (Engine).

Perbaikan Mesin (Engine) meliputi berbagai aspek  pendukung  dalam  pengkonversian  energi baik konversi dari bahan bakar menjadi gerak atau konversi energi listrik menjadi gerak antara lain : mekanisme engine, sistem bahan bakar (konvensional/Electronic Fuel Injection/common rail), sistem pelumasan, sistem pendingin dan lain sebagainya.

b.           Perbaikan Pemindah  Tenaga  (Power  train)

Perbaikan Pemindah Tenaga (Power train) merupakan perbaikan pada sistem yang mengolah proses pemindahan tenaga yang di hasilkan mesin sampai keroda. Contoh perbaiakan pemindah tenaga antara lain sistem kopling, sistem transmisi, sistem differential, poros/sumbu roda, roda dan ban.

 

c.             Perbaikan Sasis (Chasis)

Perbaikan Sasis (Chasis) yaitu perbaikan pada bagian kendaraan yang berhubungan dengan kondisi jalan seperti : rangka, sistem rem, sistem suspensi, sistem kemudi dan lain sebgainya.

d.            Perbaikan Kelistrikan (Electrical)

Perbaikan Kelistrikan (Electrical) yaitu perbaikan yang meliputi sistem penerangan, assesoris (audio dan lampu), sistem starter, sistem pengapian, sistem pengisian baterai, sistem pengkondisian udara (Air Conditioner), sistem pengaman dan lain sebagainya.

e.            Perbaikan Bodi (Body)

Penggunaan kendaraan di jalan raya sangat rentan terhadap kecelakaan akibat banyaknya kendaraan yang tidak di imbangi dengan pembangunan jalan raya, kecelakaan yang umum terjadi karena adanya persinggungan, senggolan dan saling tabrak antar satu kendaraan dengan kendaraan lainya.

Kecelakaan yang terjadi mengakibatkan beberapa kerusakan pada body luar kendaraan seperti baret dan penyok. Untuk mengatasi kerusakan tersebut terdapat beberapa teknik untuk memperbaikinya antara lain :

1.   Teknik vacum cup

Teknik yang digunakan untuk memperbaiki plat body dengan kerusakan masih dalam batas elastisitasnya, apabila kerusakan plat melebihi batas elastisitas (plat membentuk sudut) akan sulit untuk memperbaiki dengan hasil maksimal jika menggunakan alat ini.


Gambar 4.3 Teknik vacum

Sumber : https://i.ytimg.com/vi/bgDCz0RsLyA/maxresdefault.jp


1.  Teknik penarikan batang

Kerusakan plat body tidak beratudan dan bahkan membentuk sudut, teknik ini lebih dianjurkan untuk perbaikan, ada dua cara dalam teknik ini yaitu dengan membuat lubang dan memasang ring pengait pada palat body yang rusak. Setelah selaesai perbaiakn plat baru dilakukan penambalan atau perataan pada plat yang berlubang tadi.

 

2. Teknik press hidraulic

Teknik ini digunakan pada saat memerlukan penekanan atau penarikan yang kuat pada plat mobil.


Gambar 4.4 Perbaikan dengan alat hidrolik

3.  Teknik palu on dolly

Yaitu perbaikan dengan cara pemukulan pada plat body dengan menggunakan palu dan dolly

Teknik palu on-dolly dilakukan dengan cara memukulkan palu pada bagian plat yang rusak, sedangkan pada bagian bawahnya dilandasi dengan dolly. Pemilihan dolly tergantung tingkat kerusakanya. 


Gambar 4.5 Teknik on dolly

5.    Teknik palu off dolly

Teknik palu-off-dolly dilakukan dengan cara memukulkan palu pada

bagian sekitar plat yang rusak, atau tidak tepat pada dolly nya. 

Gambar 4.6 Teknik palu off dolly

6.  Teknik pengikiran

Teknik untuk meratakan plat yang sedikit bersudut, kadang dalam teknik pengikiran saat ini kebanyakan menggunakan gerinda tangan dan amplas untuk mempercepat proses perataan.


7.  Teknik hot shringking

Teknik ini digunakan pada plat dengan memanfaatkan sifat logam yang dipanaskan akan memuai dan bila didinginkan akan mengkerut, proses perbaikan plat dengan memanaskan plat sampai merah kemudian didinginkan secara kejut dengan  menggunakan air.

Pada komponen body kendaraan saat ini banyak yang menggunakan plastik bukan plat logam, cara ini juga dapat digunakan proses pemanasan.


8.      Teknik pendempulan

            Sebelum melakukan pengecetan untuk menyempurnakan permukaan sesuai bentuk aslinya maka digunakan pelapisan dempul. 


Gambar 4.7 Proses pendempulan

Sumber : https://i0.wp.com/www.builder.id/

9.      Teknik pemotongan dan penggantian body

Dengan mempertimbangkan biaya perbaikan pada plat body yang rusak parah maka lebih baik melakukan pemotongan bagian body dan menggantinya dengan yang baru.


10.      Teknik painting dan finishing

Yaitu proses pelapisan cat sesuai dengan warna aslinya. 



Gambar 4.8 Proses pengecatan

Sumber : https://i.ytimg.com/vi/PPZgbnXrHOc/maxresdefault.j pg

Proses painting atau pengecetan biasanya terdapat beberapa tahapan dari pengamplasan, pelapisan cat dasar atau cat epoxy, pengamplasan halus, pengecatan warna dan pengecatan varnish atau clear kemudian langkah terakhir adalah pemolesan.

2.     Langkah-langkah perbaikan

Langkah -langkah perbaikan pada kendaraan dilakukan setelah mendapatkan keluhan dari pelanggan tentang gejala yang timbul saat berkendara. Langkah perbaikan dilakukan menurut prosedur operasional standar yang berlaku, namun terkadang setiap individu bengkel memiliki prosedur yang berbeda-beda tergantung dari tingkat kerusakan pada kendaraan tersebut. Secara garis besar langkah-langkah perbaikan adalah sebagai berikut :

a.            Diagnosa kerusakan

Sebuah kendaraan apabila mengalami kerusakan maka untuk melakukan perbaikan di butuhkan analisa perkiraan kerusakan terlebih  dahulu,  hal ini dilakukan untuk estimasi biaya, waktu yang diperlukan untuk perbaikan dan untuk menentukan kemungkinan penggantian pada suku cadang.

b.            Langkah Persiapan

Langkah ini merupakan langkah awal perbaikan dimana seorang teknisi harus mempersiapkan segala sesuatu yang di butuhkan dalam perbaikan. Langkah persiapan yang di lakukan antara lain :

1)            Persiapan tempat kerja

Yaitu mempersiapkan area tempat kerja dari kemungkinan kotor, terdapat oli atau benda lainya yang memungkinkan mengakibatkan kerusakan dan kecelakaan saat bekerja.

2)            Persiapan unit kendaraan

Persiapkan unit kendaraan dengan memastikan bahwa kendaraan siap di lakukan pekerjaan perbaikan dan memeriksa kendaraan dari gejala kerusakan lainya di luar keluhan pelanggan.

3)            Persiapan alat

Persiapan alat merupakan persiapan untuk menentukan alat apa saja yang digunakan dalam proses perbaikan sehingga pekerjaan akan lebih cepat dan efisien. Alat-alat yang di gunakan dalam perbaikan antara lain :

a)           Alat pelindung

Merupakan alat yang digunakan untuk melindungi kalian dan unit yang akan di perbaiki, pada perbaikan kendaraan alat yang digunakan untuk melindungi kendaraan seperti fender covers, grill covers, floor covers streer cover dan lain sebagainya. Sedangkan alat pelindung pada pekerja dikenal dengan Alat Perlindungan Diri (APD) antara lain sepatu, baju praktek, masker, kacamata, helm, sarung tangan dan lain sebagainya.

b)           Alat tangan

        Alat tangan merupakan alat yang digunakan untuk memudahkan dalam pekerjaan pembongkaran dan pemasangan komponen. Alat tangan sering di sebut dengan hand tool set perlatangan tangan lengkap antara lain : kunci-kunci (kunci pass, kunci ring, kunci L kunci inggris dan lain-lain), tang, palu dan lain sebagainya.



Gambar 4.9 Hand tools set

Sumber : https://tse2.mm.bing.net/th?id=OIP.6_dqN52Fax dS9AfYy_6FTQHaHa&pid=Api&P=0&w=300&h=30 0


c)            Power tools

perlatan yang digunakan untuk memudahkan dalam pembongkaran dan pemasangan komponen otomotif dengan menggunakan tenaga dari luar. Contoh : mesin bor , mesin gerinda, mesin press dan lain sebagainya.


Gambar 4.10 Power tools

Sumber : https://i0.wp.com/2.bp.blogspot.com/-

    d)            Special service tools

di gunakan pada saat pekerjaan service dengan tingkat kesulitan tertentu atau tidak dapat di gunakan dengan hand tools atau power tools. Penggunaan alat ini untuk mempermudah, mempercepat dan lebih efisien karena tidak merusak bagian-bagian yang dikerjakan

e)            Workshop equipment

Yaitu peralatan tambahan yang memungkinkan dibutuhkan pada saat perbaikan kendaraan, seperti dongkrak, jack stand, part washer dan lain sebagianya

f)             Alat ukur

Alat yang di gunakan untuk pengukuran bagian/komponen mesin. Dengan perbandingan hasil ukur spesifikasinya maka dapat di simpulkan untuk melakukan penggantian atau penyetelan pada bagian/komponen mesin tersebut. Alat ukur yang umum                 di gunakan dalam perbaikan otomotif antara lain : jangka sorong, mikro meter, hydro meter,       avo    meter (multy tester), dial indicator dan lain sebagainya.


Gambar 4.11 Alat ukur

Sumber : https://gim-bi.com/wp- content/uploads/2019/11/macam-macam-alat- ukur.png

c.            Langkah kerja

Langkah kerja dalam perbaikan otomotif biasanya dilakukan dengan beberapa tahapan antara lain pembongkaran, pemeriksaan, penyetelan pergantian komponen dan  pemasangan/perakitan. Dalam melakukan kegiatan dari awal pembongkaran sampai pemasangan/perakitan harus sesua dengan buku petunjuk service. Penggunaan buku pentunjuk service ini sangat penting karena apabila dalam langkah kerja tidak sesuai maka dapat mengakibatkan kerusakan dan kerugian bagi pelanggan.


d.            Pengujian

Setelah melakukan perbaikan sesuai dengan prosedur pada buku pentunjuk service maka kendaraan sudah dapat digunakan dengan baik, namun untuk memastikan bahwa apa yang di perbaiki sudah benar, maka perlu dilakukan pengujian (test drive).


e.             Langkah akhir

        Langkah akhir yaitu langkah perwatan kebersihan tempat kerja, perawatan kebersihan alat dan pengecekan akhir pada unit/kendaraan setelah di lakukan pengujian. 

KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3)

  KESALAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) Pengetahuan Selama Bekerja   1. Selalu utamakan kelamatan kerja untuk mencegah kecelakaan kerja.   2....