Tuesday, July 26, 2022

Klasifikasi kebakaran dan pencegahannya

 KLASIFIKASI KEBAKARAN

Klasifikasi kebakaran ini sendiiri dibagi menjadi 4 kategori yaitu Kebakaran A, B, C dan D. Hal ini tertuang jelas dalam peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. 04/MEN/1980 Bab I Pasal 2 ayat 1.

Sementara itu, Menurut NFPA (National Fire Protection Association) kebakaran sendiri dibagi menjadi 5 kategori yang berbeda. Hampir sama dengan 4 kategori sebelumnya, Namun ditambah satu kategori lain yakni kategori K. Beberapa negara tepatnya yang ada di Eropa dan Amerika bahkan ada yang yang membuat hingga 6 kategori yang berbeda.

Semua klasifikasi tersebut dapat dilihat sebagai berikut :

1.Kebakaran Kelas A

Seperti yang kita tahu, kebakaran biasa terjadi karena terbakarnya sebuah benda padat seperti misalnya kain atau kayu. Semua kebakaran yang disebabkan oleh terbakarnya benda padat non logam ini akan dimasukkan kedalam kelas A.

Untuk penanganan dan pemadaman kebakaran kelas A yang tepat adalah media basah seperti Air, lumpur, foam atau bisa juga menggunakan media kering seperti pasir dan tepung pemadam.

2. Kebakaran Kelas B

Selain benda padat, benda cair atau gas juga sering menjadi penyebab kebakaran. Seperti contoh beberapa jenis bensin yang memang sering digunakan untuk membakar sesuatu. Selain itu bisa juga karena LPG atau gas alam yang meledak.

Untuk mengatasi kebakaran kelas B yang disebabkan oleh hal-hal tersebut beberapa media yang bisa digunakan untuk pemadaman adalah tepung pemadam, busa atau foam pemadam serta air bertekanan yang berbentuk halus seperti spray.

3. Kebakaran Kelas C

Kebakaran kelas C digunakan untuk jenis kebakaran yang terjadi karena adanya titik api yang berasal dari permasalahan arus listrik. Terjadinya kebakaran ini biasa terjadi karena adanya korsleting atau permasalahan lainnya seperti arus pendek.

Jika hal ini terjadi hindari menggunakan media basah seperti air dalam proses pemadaman karena selain tidak efektif, pemadaman menggunakan air bisa menjadi masalah baru karena air bisa menjadi penghantar listrik. Gunakan pemadam yang berbahan dasar kering seperti tepung pemadam atau karbon dioksida (CO2).

4. Kebakaran Kelas D

Berkebalikan dari kebakaran A yang disebabkan oleh benda padat non logam, kebakaran kelas D adalah kebakaran yang justru disebabkan oleh benda-benda logam seperti misalnya potasium, titanium dan lainnya.

Beberapa logam sangat sensitif terhadap udara atau air, oleh karena itu biasanya yang digunakan dalam pemadaman adalahn pasir yang halus dan kering selain itu bisa juga menggunakan powder khusus.

5. Kebakaran Kelas K

Kebakaran yang dimasukkan dalam kelas K sebenarnya termasuk kasus khusus karena penyebabnya adalah konsentrasi lemak yang tinggi. Kebakaran ini juga paling sering terjadi dalam dapur. Proses pemadaman bisa dilakukan sama halnya saat terjadi kebakaran kelas B.

6. Kebakaran Kelas E

Peralatan elektronik memang sering menjadi penyebab kebakaran terutama peralatan yang menggunakan dinamo. Kebakaran yang disebabkan oleh listrik memang butuh penanganan yang berbeda.

Penggunaan dry powder, bisa dibilang salah satu metode yang paling efisien dalam pemadaman. Namun, penggunaan dry powder ini bisa meningkatkan resiko kerusakan pada mesin elektronik karena memiliki sifat yang lengket.


Macam-macam alat pelindung diri (APD) dan Fungsinya

Nama

Gambar

Fungsi

1.       Helmet

Melindungi kepala dari benturan, pukulan, atau kejatuhan benda tajam dan berat yang melayang atau meluncur di udara.

2.       Ear muffs

Terbuat dari bahan yang lembut yang dapat menurunkan kebisingan dengan cara menutupi semua bagian telinga dan ditahan/dipegang oleh head band.

3.       Ear plug

Untuk menyumbat atau penutup telinga yang bertujuan melindungi dan mengurangi tingkat kebisingan yang masuk ke telinga, lebih lanjut alat ini juga sebagai penurun intensitas suara hingga mencapai 30db ditambah penggunaanya yang praktis

4.       Glasses/goggles

Melindungi mata dari debu dan percikan bahan kimia cair

5.       Respirator


Digunakan sebagai perlindungan pernafasan bagi pemakainya, misalnya untuk mencegah paparan partikel-partikel biologis udara, termasuk bakteri dan virus (mikroorganisme), partikel yang dihasilkan oleh elektrokauter, operasi laser, dan instrumen medis bertenaga lainnya

6.       Face shield

 

Untuk melindungi area wajah (termasuk mata) dari percikan droplet atau serpihan benda kecil lainnya namun tidak memberikan perlindungan terhadap saluran pernafasan.

7.       Harness


 - melindungi pekerja dari bahaya jatuh

- memberikan persepsi keamanan dan kenyamanan dalam pekerjaan di ketinggian

- melindungi citra perusahaan dari rusak akibat kecelakaan kerja

8.       Safety belt


Menahan tubuh penumpang agar tetap berada di tempat saat terjadi kecelakaan.

9.       Gloves


Melindungi tangan dari api, suhu panas dan dingin, radiasi, arus listrik, benturan dan pukulan, tergores benda tajam/kasar

10.   Safety shoes


- Melindungi dari Benda Tajam dan Berbahaya
Mencegah Kecelakaan Kerja yang Fatal
Membuat Perlindungan dari Benda Panas
Melindungi dari Cairan Kimia Berbahaya
Membuat Pengguna Tidak Terpleset

11.   Safety boot


Untuk menghindari efek maupun terjadinya luka bakar area kaki ketika kaki terkena api ataupun paparan panas

12.   Raincoat


Pakaian pelindung yang secara khusus diperuntukkan dalam kondisi hujan

13.   Lifevest


Dimanfaatkan penumpang untuk mengapung di laut saat terjadi kondisi darurat

14.   Safety vest


Untuk mengurangi dampak dari terjadinya kecelakaan akibat kontak dengan benda lain yang berbahaya

15.  Coverall/Wearpack


Selain melindungi dari sejumlah bahaya, safety coverall juga diperlukan untuk menjaga kebersihan pakaian kerja dari noda atau kotoran. Bagi mekanik dan pekerja industri lain yang setiap harinya bekerja di area minyak dan produk berbasis minyak lainnya, bisa saja terkena cipratan yang dapat meninggalkan noda membandel.

16.   Masker


1. Menghindari paparan polusi udara

2. Mencegah penularan dan penyebaran penyakit

3. Melindungi wajah dari efek negatif sinar matahari dan polusi


Monday, April 18, 2022

SOAL DIAL INDICATOR


 LATIHAN SOAL

    1. Berapakah hasil pembacaan dial indicator di bawah ini :


2. Berapakah hasil pembacaan dial indicator di bawah ini :



 3. Berapakah hasil pembacaan dial indicator di bawah ini :


4.   Berapakah hasil pembacaan dial indicator di bawah ini :

 5.   Berapakah hasil pembacaan dial indicator di bawah ini :

 6.   Berapakah hasil pembacaan dial indicator di bawah ini :

7.   Berapakah hasil pembacaan dial indicator di bawah ini :



 

Sunday, April 17, 2022

Dial Gauge (Dial Indicator)

 DIAL TESTER INDICATOR (DTI)

 Jam ukur atau Dial indikator adalah alat pembanding yang banyak digunakan di industri pemesinan. Terutama pada bagian pengukuran. Dial indikator digunakan untuk mengetes penyimpangan-penyimpangan kecil pada bidang datar, bulat, atau permukaan lengkung.


Namun dalam menggunakan dial indikator membutuhkan dudukan untuk menempatkannya dalam satu posisi. Umumnya menggunakan magnetic base. Ada juga operator yang kreatif dan dapat membuat sendiri dudukan dial indicator

Fungsi Dial Indikator

Dalam penggunaannya dial indikator memiliki beberapa fungsi, antara lain :

1. Untuk memeriksa kesejajaran permukaan.
2. Menyetel kesentrisan benda kerja pada pencekam mesin bubut.
3. Memeriksa penyimpangan eksentris.
4. Memeriksa kebulatan diameter poros.
5. Menyetel plat siku.
6. Memeriksa penyimpangan putaran beberapa bantalan atau bearing seperti pada poros engkol.
7. Memeriksa penyimpangan aksial dari drum roda mobil.
8. Kebengkokan
9. Keolengan (run out)
10. End play 

Bagian utama dial indikator



1. Piringan jam yang dapat diatur

Piringan ini dapat diputar sesuai kebutuhan. Contohnya untuk menentukan titik nol.

2. Jarum penunjuk

Jarum ini akan bergerak apabila sensor menyentuh permukaan benda kerja. Umumnya memiliki dua jarum. yaitu jarum besar dan kecil. Satu putaran penuh jarum besar sama dengan satu strip jarum kecil.

3. Pengunci

Berfungsi untuk mengunci jarum pada posisi tertentu saat membaca hasil pengukuran.

4. Body/Badan

Berfungsi sebagai tempat transmisi roda gigi dan poros bergigi yang terdapat pada dial indikator.

5. Sensor

Bagian dial indikator yang bersentuhan langsung dengan permukaan benda kerja. Panjangnya sensor dapat diganti sesuai kebutuhan pengukuran.

Prinsip kerja

Prinsip kerja dari dial indikator adalah mengubah gerak linier dari sensor menjadi gerak rotasi oleh jarum penunjuk. Dengan perantara batang bergigi dan susunan roda gigi di dalam dial indikator.

Pegas koil berfungsi menekan batang bergigi sehingga sensor selalu menekan ke bawah. Sedangkan pergas spiral berfungsi sebagai penekan transmisi roda gigi. Sehingga permukaan gigi yang berpasang selalu menekan pada sisi yang sama untuk kedua arah putaran.

Hal ini bertujuan untuk menghindari backlash yang mungkin terjadi karena profil gigi yang tidak sempurna atau sudah aus. Dial indikator juga dilengkapi dengan jewel untuk mengurangi gesekan pada kedudukan poros roda gigi.

Cara menggunakan dial indikator

1. Pasang dial indikator pada dudukan atau magnetic base. Pastikan dial indikator terpasang dengan kencang.
2.Dekatkan sensor pada permukaan yang akan diukur hingga menyentuh permukaan benda.
3. Gerakkan sepanjang permukaan yang diukur
4. Baca hasil pengukuran atau penyimpangannya.

 

 

Cara membaca pengukuran

Dial indikator mm



1 strip pada skala utama dial indikator mm bernilai 0,01 mm. 1 putaran penuh jarum panjang melewati 100 strip. Sehingga 1 putaran penuh jarum panjang bernilai 1 mm.

Kemudian 1 putaran jarum panjang akan menggeser 1 strip pada jarum pendek. Sehingga 1 strip jarum pendek bernilai 1 mm

Dial indikator inch



1 strip pada skala utama dial indikator inch bernilai 0,01”. 1 putaran penuh terdapat 100 strip. Sehingga 1 putaran penuh jarum panjang bernilai 1”. Kemudian 1 putaran jarum panjang akan menggeser 1 strip pada jarum pendek. Sehingga 1 strip jarum pendek bernilai 1”.

Ketelitian

Ketelitian atau kecermatan dial indikator berbeda-beda. Ada yang kecermatannya 0,01 ; 0,02 ; 0,005 dan kapasitas ukurnya juga berbeda-beda, misal : 20, 10, 5, 2, 1 mm. Untuk dial indikator dengan kapasitas besar, terdapat jam kecil dalam piringan yang besar.

Dimana satu putaran jarum besar sama dengan satu angka jam kecil. Pada piringan terdapat skala yang dilengkapi dengan tanda batas atas dan batas bawah. Piringan skala dapat diputar untuk kalibrasi posisi nol.

 https://teknikece.com/alat-ukur/dial-indikator/

Monday, March 28, 2022

GAMBAR TEKNIK

 GAMBAR TEKNIK

a. Busur Derajat 

    Busur derajat digunakan untuk membagi sebuah sudut menjadi sama besar. Busur derajat pada umumnya terbuat dari plastik atau mika bening serta dilengkapi dengan garis-garis pembagi mulai dari sudut 0 derajat sampai dengan 180 derajat namun ada pula yang dimulai dari sudut 0 derajat sampai dengan 360 derajat.

Gambar 3. Busur Derajat

    Untuk mengukur besar sudut menggunakan busur derajat, perhatikan langkah-langkah berikut:

1) Tempatkan pusat busur derajat pada titik sudut yang akan diukur.

2) Tempatkan salah satu kaki sudutnya pada 0°.

3) Bacalah angka pada busur derajat yang dilalui oleh kaki sudut yang lain. Angka inilah yang merupakan besar sudut itu. 

Gambar 4. Mengukur Sudut Dengan Busur Derajat 


b. Kertas Gambar

    Kertas yang biasa digunakan untuk membuat gambar teknik adalah kertas gambar berwarna putih yang permukaannya tidak kasar. Apabila kertas gambar kasar akan sulit menarik garis lurus dengan tinta.

Jenis kertas gambar yang biasa digunakan pada gambar teknik terdiri atas tiga jenis, yaitu:

    1) Kertas bagan, yaitu kertas gambar putih tebal yang mempunyai garisgaris horizontal dan vertikal dengan jarak 10 x 10 mm. Kertas bagan ini berfungsi untuk membuat gambar sementara yang dihasilkan dari hasil pengukuran dengan skala yang bukan sebenarnya.

   2) Kertas putih tebal, yaitu kertas gambar biasa yang sering digunakan untuk membuat gambar dengan skala dan ukuran yang sebenarnya.

    3) Kertas kalkir, yaitu kertas transparan yang biasa digunakan untuk membuat gambar dengan tinta. 



c. Pensil Gambar 
    Pensil adalah alat gambar yang paling sering dipakai untuk latihan gambar teknik dasar. Pensil gambar terdiri dari batang pensil dan isi pensil.
    1) Pensil Gambar berdasarkan Bentuk
       a) Pensil Batang Pada pensil ini, antara isi dan batangnya menyatu. Untuk menggunakan pensil ini            harus diraut terlebih dahulu. Habisnya isi pensil bersamaan dengan habisnya batang pensil. 

b) Pensil Mekanik
    Pensil mekanik, antara batang dan isi pensil terpisah. Jika isi pensil habis dapat diisi ulang. Batang        pensil tetap tidak bisa habis. Pensil mekanik memiliki ukuran berdasarkan diameter mata pensil,            misalnya: 0,3 mm, 0,5 mm dan 1,0 mm.
2) Pensil Gambar berdasarkan Kekerasan
    Pensil gambar yang diproduksi pabrik mempunyai tingkat kekerasan yang berbeda-beda. Tingkat kekerasan tersebut dilambangkan dengan huruf yang merupakan singkatan dari Bahasa Inggris seperti: F untuk Firm, H untuk Hard dan B untuk Black. Tingkat kekerasan pensil memberikan perbedaan pada tebal dan tipis garis yang dihasilkan. Tingkat kekerasan pensil yang ada di pasaran dapat dilihat pada tabel berikut: 
Tabel 1. Kekerasan pensil 

    Untuk belajar gambar dianjurkan menggunakan pensil dengan tingkat kekerasan H dan 2H dimana H digunakan untuk menggambar garis yang tipis dan 2H untuk menebalkan garis.
    Untuk mendapatkan garis dengan ketebalan yang merata dari ujung ke ujung, maka kedudukan pensil batang sewaktu menarik garis harus dimiringkan 60° dan selama menarik garis, pensil diputar dengan telunjuk dan ibu jari. 

    Untuk membuat garis menggunakan pensil mekanik, posisi pensil harus tegak lurus, supaya garis yang dihasilkan mempunyai ketebalan yang sama. Hal yang perlu diingat adalah jangan memanjangkan isi pensil terlalu panjang karena isi pensil akan mudah patah atau putus.

d. Penggaris T
    Penggaris T terdiri dari dua bagian, bagian mistar panjang dan bagian kepala berupa mistar pendek tanpa ukuran yang bertemu membentuk sudut 90°. 

Cara menggunakan penggaris T dapat dilihat pada gambar di bawah ini.


e. Penggaris Siku
    Penggaris siku terdiri dari satu penggaris segitiga bersudut 45°, 90°, 45° dan satu buah penggaris bersudut 30°, 90° dan 60°. Sepasang penggaris segitiga ini digunakan untuk membuat garis-garis sejajar, sudut-sudut istimewa dan garis yang saling tegak lurus.





f. Jangka Gambar
    Jangka adalah alat gambar yang digunakan untuk membuat lingkaran dengan cara menancapkan salah satu ujung batang pada kertas gambar sebagai pusat lingkaran dan yang lain berfungsi sebagai pensil untuk menggambar garis. 




    Dari konstruksi jangka di atas, bagian kepala jangka harus dikartel supaya pada saat jangka diputar tidak sukar dan licin. Bagian dari kaki jangka harus terjepit tetapi tetap masih bisa digerakkan. Jarum jangka yang terletak pada bagian ujung jangka mempunyai dua ujung yang tajam dimana pada bagian ujung yang satu mempunyai titik yang kecil dan dada. Untuk mencegah kerusakan kertas gambar pada saat membuat lingkaran sebaiknya menggunakan ujung jangka yang kecil


Berdasarkan penggunaannya jangka terbagi atas:
1) Jangka besar, digunakan untuk menggambar lingkaran dengan diameter 100 sampai 200 mm.
2) Jangka menengah, digunakan untuk menggambar lingkaran dengan diameter 20 sampai 100 mm. 
3) Jangka kecil, digunakan untuk menggambar lingkaran dengan diameter 5 sampai 30 mm.

    Untuk membuat lingkaran dengan diameter 500 mm dapat digunakan penyambung atau jangka batang sedangkan untuk membuat lingkaran dengan jari-jari yang kecil dapat digunakan jangka orleon dan jangka pegas. Perbedaannya dengan jangka biasa adalah besar kecilnya lingkaran yang akan dibuat dengan jangka orleon dibuat dengan menyetel sekrup setelan.


g. Mal Gambar
    Mal digunakan untuk memudahkan dan mengefisienkan waktu dalam pengerjaan gambar dalam bentuk lingkaran-lingkaran kecil, ellips, segi enam dan garis-garis lengkung lainnya. Mal yang beredar saat ini banyak terbuat dari plastik dan mika bening yang ukurannya dibuat berdasarkan standar.

Jenis-jenis mal tersebut antara lain:
1) Mal Huruf dan Angka
    Mal huruf dan angka adalah sebuah alat gambar yang digunakan untuk menggambar huruf dan angka, agar diperoleh tulisan yang rapi dan seragam dan mengikuti standar ISO.


2) Mal Lengkung
    Mal lengkung berfungsi untuk melukiskan garis-garis lengkung istimewa yang tidak bisa dilukiskan oleh jangka dan alat lainnya, seperti garis lengkung diagram dan grafik.


3) Mal Lingkaran
    Untuk membuat lingkaran-lingkaran kecil selain menggunakan jangka orleon dan jangka pegas, juga dapat dilakukan dengan mal lingkaran. Lingkaran kecil yang dapat dibuat dengan menggunakan mal lingkaran mulai dari diameter 1 mm sampai dengan 36 mm. Pada setiap lingkaran yang ada pada mal lingkaran sudah terdapat empat garis sumbu mal lingkaran dengan garis sumbu gambar yang telah dibuat pada kertas tersebut.



KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3)

  KESALAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) Pengetahuan Selama Bekerja   1. Selalu utamakan kelamatan kerja untuk mencegah kecelakaan kerja.   2....